Curhat

malioboro

malioboro
Malioboro Street

Label

Selasa, 22 Mei 2012

PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF QUESTION STUDENT HAVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 IPA 2 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2009/2010


A.    Latar Belakang Masalah
     Negara mempunyai hak dan kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi warga negara, sesuai dengan dasar-dasar dan tujuan Negara itu sendiri, yaitu mengatur kehidupan umum menurut ukuran -ukuran yang sehat sehingga menjadi bantuan bagi pendidikan keluarga dan dapat mencegah apa-apa yang merugikan perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya.
Sejalan dengan hal tersebut di atas, negara Indonesia juga telah menjalankan hak dan kewajibannya dengan berupaya meningkatkan kwalitas pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu pengesahan undang-undang sistem pendidikan nasional tertera dalam undang-undang No 20 Tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa “Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggaung jawab”. 
Tujuan tersebut di atas sangat relevan dengan keadaan bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah seperti konflik agama , persaingan hidup bermasyarakat serta tingginya tingkat kenakalan remaja khususnya pelajar.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu cara atau metode yang inovatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Satu strategi belajar mengajar sangat menentukan model pembelajaran atau metode yamg digunakan oleh guru dalam pembelajaran, misalnya metode ceramah atau metode kerja kelompok. Selain itu, kedudukan dalam fungsi guru lebih cendrung lebih dominan sehingga keterkaitan guru dalam kegiatan belajar mengajar masih terlalu besar, sementara keaktifan siswa serta kreatifitas siswa masih perlu ditingkatkan . Gejala ini sekaligus menggambarkan bahwa penggunaan metode mengajar masih terbatas pada satu atau dua metode mengajar saja, tidak mencakup pengguanaan metode yang bervariasi . Implikasi keadaan ini mengakibatkan hasil belajar siswa kurang mencapai optimal. 
Dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam, siswa seharusnya dapat berperan aktif dalam mengemukakan keinginan dan harapanya sebagai dasar untuk memaksimalakan potensi yang mereka miliki . Siswa diharapkan mampu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan terhadap materi yang disajikan guru sehingga teori-teori yang dipelajari dapat dipahami secara maksimal dan pada akhirnya implementasi dari teori-teori yang dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam
Untuk mengajarkan materi pendidikan agama islam menjadi lebih menarik diperlukan satu metode yang aktif dan kreatif. Sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai secara maksimal, metode yang digunakan yaitu Question Student Have. Question Student Have adalah pertanyaan dari siswa atau pertanyaan yang dimiliki atau kepunyaan siswa.
Question Student Have menunjukkan cara belajar yang tidak membosankan dengan menggunakan metode pembelajaran, seperti halnya penggunaan metode ceramah. Karena metode ceramah, siswa hanya bergantung pada guru dan berkesan mentransfer  ilmu bukan pada pembangunan kretifitas siswa untuk berkembang.
Question student have menawarkan cara belajar mengajar yang mudah dan menyenangkan, dimana siswa telah memiliki pertanyaan dalam dirinya namun tidak berani menyalurkannya kepada orang lain atau kepada guru secara lisan, maka dengan metode ini siswa bisa mempertanyakan pertanyaan    tersebut melalui tulisan tanpa adanya keraguan dan kehawatiran .
Berdasarkan hasil pengamatan awal peneliti menemukan khususnya pada siswa kelas X1 IPA 2 pada proses pembelajaran yang ada belum memiliki interaksi belajar yang mengoptimalkan segala aspek dan infrastruktur yang ada . Artinya belum belajar secara bersama dan saling tukar pikiran dalam proses pembelajaran . Siswa hanya menjadikan guru sebagai sumber belajar khususnya mata pelajaran pendidikan agama Islam dan penyampaian materi masih didominasi oleh metode ceramah tidak memancing siswa untuk mengkonstruk pertanyaan .
Di samping hasil pengamatan tersebut peneliti juga mewancarai guru pendidikan agama Islam .Beliau mengatakan bahwa aktifitas dalam proses pembelajaran di kelas masih rendah ini disebabkan oleh faktor anatara lain, siswa di kelas hanya mencatat, mendengar dan melakukan kegiatan sesuai dengan perintah guru . Ada juga siswa yang belum siap menerima pelajaran dan ada yang datang terlambat masuk kelas juga.Oleh karena belum adanya kesiapan dari mereka maka materi yang akan dibahas tidak terselesaikan tepat pada waktunya sehingga partisipasi siswa untuk menemukan sendiri pemecahan masalah menjadi kurang . 
Melihat fakta tersebut di atas, peneliti merasa termotivasi untuk melakukan penelitian dengan judul “ Penerapan Pembelajaran Aktif Question Student Have  Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X1 IPA 2 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam  Di SMA Muhammadiyah Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010
B.     Sasaran Tindakan
Dalam penelitian ini, sasaran yang ditujukan adalah siswa kelas X1 IPA 2 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam khususnya Aqidah Akhlak di SMA Muhammadiyah Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010. Penelitian ini berlangsung dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak hanya mengikutsertakan siswa dan peneliti akan tetapi guru mata pelajaran pendidikan agama Islam yang mengajar pada sekolah tempat pelaksanaan penelitian .
C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti dapat mengemukakan rumusan masalah yang menjadi bahan penelitian yaitu sebagai berikut :
Bagaimana pengaruh penerapan pembelajaran Aktif Question Student Have dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X1 IPA 2 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Muhammadiyah Mataram Tahun 2009 \ 2010 ?
D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, peneliti dapat mengemukakan tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran aktif Question Student Have terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X1 IPA 2 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Muhammadiyah  Mataram tahun 2009 \ 2010.
E.    Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1.    Manfaat Teoritis
a.    Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pendidikan agama Islam, khususnya yang terkait dengan kesulitan-kesulitan dalam memilih metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa .
b.    Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber refrensi bagi peneliti selanjutnya .
 2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan atau pertimbangan bagi guru mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam khususnya dan guru mata pelajaran yang lain umumnya dalam meningkatkan hasil belajar di SMA Muhammadiyah Mataram.

F.    KAJIAN PUSTAKA
A.     Pembelajaran Aktif
1.    Pengertian Pembelajaran Aktif  Dan Alasan Penggunaannya
a.    Pengertian Pembelajaran Aktif
 Belajar seperti telah diketahui adalah upaya sadar untuk mengaitkan konsep baru pada pengetahuan yang sudah ada.Sedangkan pembelajaran adalah upaya”menciptakan situasi belajar” atau “upaya membelajarkan terdidik”. Pendapat lain mengatakan pembelajaran berarti upaya membelajarkan siswa. 
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif mengajukan pertanyaan , mengemukakan gagasan , dan mencari data dan informasi yang mereka perlukanuntuk memecahkan masalah.  
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu, pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa (anak didik) agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. 
Menurut Bonwell pembelajaran aktif memiliki karakteristik sebagai berikut :
a.    Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan keterampilan pemikiran analisis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas.
b.    Siswa tidak hanya mendengarkan pelajaran secara pasif, tetapi mengerjakan suatu yang berkaitan dengan materi pelajaran.
c.    Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran.
d.    Siswa lebih banyak dituntut berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi
e.    Umpan baik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran.                                                                                                                                                                         
    Konfucius 2400 tahun yang silam mengatakan “Apa yang saya dengar, saya lupa, yang saya lihat, saya ingat, apa yang saya lakukan saya paham. Mel Silbermen memodifikasi dan memperluas pernyataan Confucius di atas menjadi apa yang disebutnya dengan belajar aktif (active learning) , yaitu :
“Apa yang saya dengar, saya lupa. Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit. Apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan berapa teman lain, saya mulai paham.
Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Apa yang saya ajarkan pada oarang lain, saya kuasai” 

    Dari pernyataan di atas menekankan pada pentingnya belajar aktif agar apa yang dipelajari dibangku sekolah tidak menjadi satu hal yang sia-sia. Ungkapan di atas sekaligus menjawab permasalahan yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran, yaitu tidak tuntasnya penguasaan anak didik terhadap materi pembelajaran.
    Jadi, pembelajaran aktif merupakan segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi sesama siswa maupun dengan pengajar dalam proses pembelajaran tersebut .
b.    Alasan Penggunaan Penerapan Pembelajaran Aktif
    Dalam bukunya “Cooperative Learning” Spencer Kagan menyatakan, pembelajaran aktif menjadikan para siswa menggunakan talentanya masing-masing dalam proses pembelajaran, terlebih dengan mengkombinasikannya, tidak condong pada satu kelompok saja . Hal itu terlihat sebagai berikut :
a.    Siswa visual, menampilkan yang terbaik ketika mereka mendapatkan sesuatu dari informasi baru yang kemudian diperesentasikannya.
b.    Siswa auditori, menerima informasi melalui kata-kata yang diucapkan.
c.    Siswa kinestetik, belajar dengan menggunakan gerakan.              L. Dee FINK mengemukakan model active learning sebagaimana berikut ini :
“Dialog dengan diri sendiri adalah proses dimana anak didik mulai berpikir secara reflektif. Megenai topik yang dipelajari. Mereka menanyakan pada diri mereka sendiri mengenai apa yang mereka fikir atau apa yang mereka harus difikirkan , apa yang mereka rasakan megenai topik yang dipelajari . Pada tahap ini guru dapat meminta anak didiknya untuk membaca sebuah jurnal atau teks dan meminta mereka menulis apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar dan apa pengaruh bacaan tersebut terhadap diri mereka.Dialog dengan orang lain bukan dimasukan sebagai dialog parsial, sebagaimana yang terjadi pada pengajaran tradisional, tetapi dialog yang lebih aktif dan dinamis ketika guru membuat diskusi kelompok kecil tentang topik yang dipelajari.”

2.    Implementasi Pembelajaran Aktif
Melaksanakan pembelajaran active dalam proses belajar mengajar memerlukan persiapan yang matang, di samping sikap mental guru-guru juga persiapan yang bersangkutan dengan kurikulum, satuan pembelajaran, media, buku sumber dan sebagainya. Melaksanakan strategi pembelajaran aktif dalam proses belajar mengajar secara sederhana sekalipun, tidak terlepas dari persiapan tadi. Misalnya dengan metode tanya jawab yang diorganisasikan dengan baik atau dengan metode Question Student Have, dimana guru mempersiapkan bahan dan informasi-informasi yang bersifat pemahaman untuk mengiring siswa ke dalam bahan baru serta menggali dan mengaktifkan siswa kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah dirumuskan seperti halnya di bawah ini :
    Kadar pembelajaran aktif dalam pengajaran dapat diidentifikasi dari adanya ciri sebagai berikut :
a.    Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun atau membuat perencanaan, proses belajar mengajar dan evaluasi.
b.    Adanya keterlibatan intelektual, emosional siswa baik melalui kegiatan mengalami, menganalisa, berbuat dan pembentukan sikap.
c.    Adanya keikutsertaan siswa secara kreatif dalam menciptakan situasi yang cocok untuk berlangsungnya proses belajar mengajar.
d.    Guru bertindak sebagai fasilitator dan koordinator kegiatan belajar siswa, bukan sebagai pengajar (instruktur) yang mendominasi kegiatan di kelas. 
3.    Indikator – Indikator  Pembelajaran Aktif
Untuk dapat mengetahui kadar pembelajaran aktif, kegiatan belajar mengajar yang merupakan persyaratan mutlak bagi perancangan dan pelaksanaan upaya peningkatan mutu perlu dikenali indikator–indikatornya, yaitu gejala–gejala yang nampak baik dalam tingkah laku siswa dan pengajar maupun dalam bentuk kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Indikator -  indikator yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.    Prakarsa siswa dalam belajar mengajar
Hal ini dapat ditujukan melalui sikap keberanian dalam mengajukan pendapat, saran, usulan atau sanggahan dalam kegiatan belajar mengajar misalnya di dalam diskusi – diskusi, mengemukakan usulan dan saran di dalam menetapkan tujuan atau cara kegiatan belajar, kesediaan mencari alat atau sumber bahan dan lain sebagainya.
2.    Keterlibatan mental siswa
Ditunjukan dalam rasa tanggung jawab ,partisipasi aktif dan produktif,mampu menyelesaikan dengan tepat waktu.
3.    Guru berperan sebagai fasilitator.
4.    Mengutamakan belajar dengan pengalaman.
5.    Penggunaan media
Penggunaan media baik sebagai alat bantu maupun sebagai media intruksional yang mapmu digunakan untuk belajar individual maupun kelompok.
6.    Pola interaksi belajar mengajar timbal balik
Dikemukakan dalam masalah ini adalah kualitas interaksi siswa, baik intlektual maupun sosioemosional yang menyenangkan. 
B.    Question Student Have
1.    Pengertian Question Student Have
    “Bertanya (question) adalah ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang untuk memperoleh informasi tentang sesuatu hal yang belum diketahui dan dimengerti oleh si penanya untuk ia ketahui . Bertanya merupakan kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari - hari seperti di rumah, di took, di jalan, di sekolah, dan dimana saja . didalam kegiatan pembelajaran, pertanyaan yang diajukan guru, baik dengan menggunakan kata tanya atau perintah tidak saja untuk memperoleh informasi, lebih dari itu terutama adalah untuk meningkatkan perhatian, partisipasi, dan kemampuan berfikir peserta didik  .
Bertanya juga bisa digunakan oleh guru untuk memotivasi siswa, membimbing dan juga menilai kemampuan berfikir siswa selama proses belajar mengajar berlangsung . Dalam pengembangan teknik bertanya, semua pertanyaan disetting sedemikian rupa sehingga mudah dipahami dan komunikatif.
    Situasi proses pembelajaran memungkinkan untuk dapat mengembangkan kebebasan mengeluarkan aspirasi, berupa pertanyaan atau jawaban, baik siswa mapun guru, bahkan menguji suatu ide atau teori maupun praktek penyelenggaraan, sesuai dengan fakta atau penalaran.
    Jadi, bertanya (question) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh siswa untuk mengungkapkan permalasahannya kepada guru secara tertulis. Bertanya (question) dalam penelitian ini juga dapat diajukan oleh siswa kepada guru dan guru melempar pertanyaan tersebut kepada siswa. Sehingga aktivitas bertanya tidak hanya terjadi antara siswa kepada guru namun bisa sebaliknya guru bertanya terhadap siswa.
    Sedangkan “dari / demikian / kepunyaan siswa (student have)” dalam penelitian ini adalah sejumlah pengetahuan dan permasalahan yang dimiliki siswa. Sejumlah permasalahan dan pengaetahuan dari siswa tersebut akan dituangkan kepada guru yang bersangkutan melalui pertanyaan.
         Maka berdasarkan penggalan istilah di atas pertanyaan dari siswa (question student  have)  adalah :
Pertanyaan dari siswa (question student have) adalah pertanyaan dari siswa atau pertanyaan yang dimiliki atau kepunyaan siswa .Pembelajaran aktif question student have merupakan cara yang digunakan utuk mempelajari tentang keinginan dan harapan anak didik sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Strategi ini menggunakan sebuah tehnik untuk mendapatkan partisifasi siswa melalui tulisan .
2.    Langkah – Langkah Penerapan Question Student Have
Penerapan Question Student Have menunjukkan cara belajar yang tidak membosankan dengan menggunakan metode pembelajaran, seperti halnya penggunaan metode ceramah. Karena metode ceramah, siswa hanya bergantung pada guru dan berkesan mentrasfer ilmu bukan pada pembangunan kreatifitas siswa untuk berkembang. Question student have menunjukkan cara baru pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa. Sebagai pendekatan belajar yang segar, mengalir praktis, dan mudah diterapkan, question student have menawarkan suatu sintesis dari hal-hal yang selama ini dicari , yaitu cara baru untuk mengoptimalkan dampak usaha pengajaran melalui pemgembangan hubungan, pengubahan belajar, dan penyampaian kurikulum. Metode ini merangkaikan teori dan konsep dengan permasalahan yang dimiliki siswa yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan siswa. Dengan metode ini siswa tidak perlu khawatir akan pertanyaan yang telah dimilikinya tidak tersalurkan .
    Question Student Have menawarkan cara belajar mengajar yang mudah dan menyenangkan, dimana siswa telah memiliki pertanyaan dalam dirinya namun tidak berani menyalurkanya kepada orang lain atau kepada guru secara lisan, maka denagn metode ini siswa bisa mempertanyakan pertanyaannya tersebut melalui tulisan tanpa adanya keraguan dan kehawatiran. Dengan demikian siswa yang kurang vocal di dalam kelas bisa mengembangkan kreatifitasnya melalui tulisan.
Penerapan pembelajaran aktif Question Student Have merupakan suatu metode pembelajaran dengan teknik bertanya (question) secara tertulis yang dapat diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Penerapan metode pembelajaran aktif berupa question student have ini didasarkan falsafah belajar konstruktivisme dalam pendidikan .Menurut falsafah konstuktruisme, kegiatan belajar bukanlah pemindahan dari guru dan siswa, melainkan suatu kontribusi hasil belajar siswa. “Hal ini berarti bahwa dalam proses belajar siswalah yang aktif membangun dan membentuk sendiri pengetahuannya .
    Hal ini sangat baik digunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan dan harapa-harapanya melalui percakapan, dengan prosedur sebagai berikut:
a.    Bagikan kartu kosong kepada siswa
b.    Mintalah siswa menulis beberapa pertanyaan yang mereka miliki tentang mata pelajaran yang sedang dipelajari.
c.    Putarlah kartu trersebut kearah jarum jam. Ketika kartu diedarkan kepada peserta berikutnya, peserta tersebut harus membacanya, dan memberikan tanda cek disana, jika pertanyaan yang sama yang mereka ajukan.
d.    Saat kartu kembali kepada penulisnya, setiap peserta telah memeriksa semua pertanyaan yang diajukan oleh kelompok tersebut . Fase ini akan mengidentifikasi pertanyaan mana yang banyak dipertanyakan . Jawab masing -  masing pertanyaan tersebut dengan :
•    Jawaban langsung atau berikan jawaban yang berani
•    Menunda jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sampai waktu yang tepat
•    Meluruskan pertanyaan yang tidak menunjukkan suatu pertanyaan 
e.    Panggil beberapa peserta berbagi pertanyaan secara sukarela , sekalipun pertanyaan mereka tidak memperoleh suara terbanyak.
f.    Kumpulkan semua kartu-kartu tersebut mungkin berisi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin  dijawab pada pertemuan berikutnya.
Dalam penggunaan metode question student have ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
a.    Jika kelas terlalu besar dan memakan waktu saat memberikan kartu pada siswa, buatlah kelas menjadi sub kelompok. Dan lakukan interaksi yang sama. Atau kumpulkan kartu dengan mudah tanpa menghabiskan waktu dan jawab salah satu pertanyaan.
b.    Meskipun meminta pertanyaan dengan kartu indeks, mintalah peserta menulis harapan mereka dan atau mengenai kelas, topik akan anda bahas atau alasan dasar untuk partisipasi kelas yang akan mereka amati.
c.    Variasi dapat pula dilakukan dengan meminta peserta untuk memeriksa dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh kelompok tersebut, sehingga fase ini akan dapat mengidentifikasi pertanyaan mana yang mendapatakan jawaban terbanyak, sebagai indikasi penguasaan anak terhadap objek yang dipertanyakan.

3.    Kelebihan Dan Kelemahan Question Student Have
a.    Kelebihan Question Student Have.
Adapun kelebihan penggunaan pembelajaran aktif Question Student Have ini terhadap siswa adalah sebagai berikut :
1.    Siswa termotivasi karena lebih mudah belajar disaat enjoy
2.    Berlangsung dalam lingkungan yang tenang, karena percobaan dan kegagalan diterima
3.    Adanya partisipasi dari semua kelompok
4.    Tiap orang bertanggung jawab atas pembelajarannya masing-masing
5.    Sesuatu yang didapat menjadi bertamabah
6.    Semua menyatakan pemikirannya
7.    Terdorongnya pemikiran induktif
8.    Masing-masing memberi koreksi jika ada kesalahan
            Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa question student have dalam penelitian ini maksudnya adalah suatu tehnik untuk mengetahui kebutuhan dan harapan siswa yang dikeluarkan melalui pertanyaan (question) yang dimilikinya.  Atau suatu jalan atau cara untuk membantu siswa membangun sendiri pengetahuannya secara aktif, menemukan dan mengembangkan pertanyaan (question) dimilikinya melalui pertanyaan.
b.    Kelemahan Question Student Have
    Dalam menerapkan sebuah metode pembelajaran, tidak selamanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena setiap metode mempunyai kekurangan dan kelebihan. Adapun kelemahan dari Question Student Have adalah:
1.    Apabila terjadi perbedaan pendapat akan memahami banyak waktu untuk menyeselaikannya; dan lebih dari pada itu, kadang – kadang murid dapat menyalahkan pendapat guru (besar resikonya).
2.    Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian anak, terutama terdapat jawaban  - jawaban yang kebetulan menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran yang dituju (penyimpangan dari pokok persoalan semula).
3.    Kurang dapat secara cepat merangkum bahan – bahan pelajaran



C.    Hasil Belajar
  Secara umum belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku, akibat intraksi individu dengan lingkungan. Belajar seperti yang diketahui upaya sadar untuk mengkaitkan konsep baru pada pengetahuan yang sudah ada. Seseorang dikatakan telah belajar, jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
    Sedangkan pendapat lain, belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memeroleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam intraksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif, afektif  dan psikomotorik .
    Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan belajar merupakan aktivitas seseorang memperoleh suatu perubahan tingkah laku atau perubahan pengetahuan mengenai intraksi dengan lingkungannya.
1.    Pengertian Hasil Belajar Dan faktor – faktor yang mempengaruhinya
a.    Pengertian Hasil Belajar
Menurut Dimyati dan Mudjiono,” hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu  sisi siswa dan sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan pada saat sebelum belajar. Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti “.
Sedangkan pendapat lain mengatakan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Hasil belajar menurut Briggs dan Bukka ialah suatu kecakapan dan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai yang diukur dengan tes hasil belajar.
    Menurut Kimble dan Garmezy, sifat perubahan perilaku dalam belajar relative permanent, dengan demikian hasil belajar dapat diidentifikasi dari adanya kemampuan melakukan sesuatu secara permanent, dapat diulang-ulang dengan hasil yang sama . Kita membedakan antara perubahan perilaku hasil belajar dengan yang terjadi secara kebetulan, orang yang secara kebetulan dapat melakukan sesuatu, tentu tidak dapat menghalangi perbuatan itu dengan hasil yang sama. Sedangkan orang dapat melakukan sesuatu karena hasil belajar dapat melakukannya berulang-ulang dengan hasil yang sama.
    Berdasarkan Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif , afektif , psikomotor . Perinciannya adalah sebagai berikut :
1.    Ranah kognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari gaspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2.    Ranah Afektif
Berkenaan dengan sikap dan nilai, ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3.    Ranah Psikomotik
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan dari pada arektif dan psikotorik karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
Berdasarkan pernyataan yang telah diuraikan di atas maka yang dimaksud dengan hasil belajar siswa dalam penelitian ini adalah kemampuan sisa berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan setelah mengikuti proses pembelajaran, terwujud dalam bentuk nilai dalam mata pelajaran pendidikan agama islam.
b.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil belajar
Kesulitan belajar disebabkan oleh banyak faktor, secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
a.         Faktor internal : keadaan yang muncul dari dalam diri siswa, seperti lemahnya IQ anak, keterbatasan indra.
b.    Faktor external : faktor yang muncul dari luar diri siswa, seperti faktor lingkungan masyarakat yang buruk.
Selain kedua faktor di atas , faktor lain yang sangat terpengaruh terhadap belajar siswa adalah metode belajar, metode belajar yang baik berdampak juga dengan hasil belajar baik pula. Guru pada dasarnya harus teliti dalam pemilihan metode yang akan digunakan ketika proses kegiatan belajar mengajar berlangsung . Sebab metode sangat besar peranannya dalam menunjang keberhasilan guru dalam belajar. Metode merupakan suatu bagaiman seorang guru dapat menyampaikan materi dengan baik dan bagaimana pula  materi tersebut mudah dan cepat diserap oleh siswa. Jadi metode bisa dikatakan sebagai kunci utama dalam meningkatakan hasil belajar siswa.
Sebaliknya jika menggunakan metode yang tidak sesuai dengan materi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar maka ketuntasan atau hasil belajar siswa tidak dapat tercapai seperti yang diharapkan . Sebab, pada umumnya siswa akan merasa jenuh dengan metode yang menoton atau metode yang tidak merangsang pola pikir siswa itu sendiri, sehingga secara tidak langsung ketuntasan atau hasil belajar siswa akan sangat berpengaruh dan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
2 . Komponen – Komponen Hasil Belajar
 Apabila penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada derajat penguasaan tujuan pengajaran (instruksional) oleh para siswa, maka tujuan penilaian proses belajar mengajar lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat pada beberapa kompenen berikut ini:
a.    Kompenen Tujuan Instruktusional
Tujuan ini meliputi aspek-aspek ruang lingkup tujuan,abilitas terkandung di dalamnya, rumusan tujuan, tingkat kesulitan pencapaian tujuan, kesesuaian dengan kemampuan siswa, jumlah dan waktu yang tersedia untuk mencapainya, kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku, keterlaksanaannya dengan pengajaran.
b.    Kompenen Bahan Pengajaran
          Kompenen ini meliputi ruang lingkup,kesesuaian dengan tujuan, tingkat kesulitan bahan, kemudahan memperoleh dan mempelajarinya, daya gunanya bagi siswa, keterlaksanaan sesuai dengan waktu yang tersedia, sumber-sumber untuk mempelajarinya, cara mempelajarinya, kesinambungan bahan, relavansi bahan dengan kebutuhan siswa, prasyarat mempelajarinya.
c.    Kompenen Siswa
Kompenen ini meliputi kemampuan prasyarat, minat dan perhatian, motivasi, sikap, cara belajar, kebiasaan belajar, kesulitan beljar, fasilitas belajar yangyang dimiliki, hubungan sosial               
3.  Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi atau penilaian merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Pengembangan alat evaluasi merupakan bagian integral dalam pengembangan sisitem pembelaran. Oleh karena fungsi evaluasi adalah untuk mengetahui apakah tujuan yang dirumuskan dapat tercapai, evaluasi merupakan salah satu faktor penting dalam  proses pembelajaran.
Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari perstasi belajar yang dicapai siswa. Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program pembelajaran dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki  oleh siswa. Informasi ini diperoleh melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan tujuan, ini bisa dicapai jika ada tindak lanjut dari kegiatan evaluasi. Evaluasi akan memberikan informasi tingkat pencapaian belajar siswa, dan jika dianalisa lebih rinci akan diperoleh informsi tentang kesulitan belajar siswa, yaitu konsep-konsep yang belum dikuasai oleh sebagian belajar siswa. Informasi inilah yang harus digunakan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian yang diselenggarakan oleh guru mempunyai banyak kegunaan, baik bagi siswa, sekolah, ataupun bagi guru sendiri. Bagi siswa hasil tes  yang diselenggatakn oleh guru mempunyai banyak kegunaan, antara lain :
1.    Mengetahui apakah ia sudah menguasai materi pembelajaran yang disajikan oleh guru.
2.    Mengetahui bagian mana yang belum dikuasai sehingga ia berusaha untuk mempelajarinya  lagi sebagai upaya perbaikan.
3.    Mengetahui bagi siswa yang sudah memperoleh skor tinggi dan menjadi dorongan atau motivasi untuk belajar lebih baik lagi.
4.    Mendiagnosa kondisi siswa.
5.    Bagi guru untuk memperbaiki metode pembelajaran .
a.    Langkah – Langkah Evaluasi
Pelaksanaan evaluasi mempunayai tiga tahap utama, yaitu :
1.Tahap persiapan
    Pada tahapan ini  bahan – bahan yang diperlukan untuk menyusun alat     evaluasi  dihimpun.bahan-bahan tersebut meliputi :
a.    Tujuan  pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah bentuk prilaku yang akan dievaluasi. Jika evalausi dilakukan secara formatif tujuan pembelajaran disamping untuk kepentingan evaluasi, juga dalam rangka pengembangan sistem pembelajaran (system instructional).
b.    Menetukan ruang lingkup dan urutan materi pembelajaran berpedoman pada kisi-kisi yang dibuat.
c.    Menuliskan butir – butir soal, dengan bentuk sebagaimana direncanakan dan dibuat dalam kisi-kisi.
d.    Jika evaluasi dilaksanakan selain untuk kepentingan evaluasi formatif, soal yang dibuat perlu diuji coba terlebih dahulu sebelum diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.
2.Tahap pelaksanaan
Melaksanakan evaluasi harus disesuaikan dengan maksud tertentu. Evaluasi formatif perlu dilaksanakan setiap kali selesai dilakukan pembelajaran terhadap satu unit pelajaran tertentu. Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program, apakah semester atau kelas terakhir (EBTA/UN termasuk pula evaluasi sumatif). Evaluasi diagnosis dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
3.Tahap pemeriksaan
Penentuan dan  pengolahan angka dan skor. Dalam memeriksa pekerjaan hasil evaluasi seharusnya digunakan kunci jawaban, baik untuk evaluasi dengan tes essay ataupun tes obyektif. Hal ini disamping untuk mempermudah pemeriksaan juga untuk menghindari subyek dalam memberi angka. Agar tidak memperoleh angka masak (angka terjabar) perlu dilakukan pengolahan dengan menggunakan pengaturan-pengaturan tertentu. Untuk menghasilkan angka terjabar ini dasar penentuan angka disesuaikan dengan acuan yang digunakan, apakah acuan patokan ataukah acuan norma.

G.Metode Penelitin
A.  Setting Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelas. ”...Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam kegiatan pengembangan profesinya”.  ”...Subyek adalah orang yang dipakai untuk percobaan”.  Dimana subyek dalam penelitian ini adalah siswa dalam satu kelas yang dipilih peneliti. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan siswa kelas X1 IPA 2 SMA Muhammadiyah Mataram.
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 IPA 2 SMA Muhammdiyah Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 yang jumlah siswanya 31 orang. Kelas X1 IPA 2 ini adalah kelas yang keadaan kelasnya sudah mendukung untuk peneliti melakukan penelitian karena penataan kelasnya sudah membentuk formasi lingkaran atau formasi ”U” sehingga mudah mendistribusikan kertas pertanyaan dengan cepat kepada siswa lain. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kuantitatif, data yang diperoleh dari data hasil belajar siswa setiap evaluasi. Dan data kualitatif  data yang diperoleh dari observasi baik fenomena tentang apa yang dialami oleh setiap peneliti seperti perilaku, persepsi motivasi, tindakan dan lainnya secara holistik
    Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas yang dikembangkan dalam 2 siklus , langkah-langkah dalam setiap siklus adalah sebagai berikut :
(1)    Melakukan penerapan pembelajaran Question student have , (2) mengobservasi keterampilan siswa, (3) tes, (4) refleksi.      
B.   Rencana Tindakan
1.    Tahap Perencanaan
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh guru sebagai praktis dalam tahap perencanaan ini adalah :
a.    Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan RPP di sekolah tempat penelitian. Membuat RPP merupakan persiapan mengajar guru untuk setiap pertemuan. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RP) ini berfungsi untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas agar dapat berjalan efektif dan efisien.
b.    Membuat sekenario pembelajaran (SP)
c.     Membuat lembar observasi untuk melihat pelaksanaan pembelajaran di kelas dan untuk mengetahui situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar pada saat penelitian ini dilaksanakan, baik untuk siswa maupun untuk guru.
d.    Membuat evaluasi berupa tes tertulis hasil belajar pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pokok bahasan yang diajarkan. 
e.    Membuat kisi – kisi soal
2.    Tahap Pelaksanaan Tindakan
Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan sekenario pembelajaran (SP) yang telah direncanakan oleh peneliti sebelum kegiatan pembelajaran pada setiap siklus.
3.    Tahap Observasi
Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.Observasi itu berorientasi kemasa yang akan datang, memberikan dasar bagi refleksi sekarang,lebih-lebih lagi ketika putaran sekarang ini berjalan . Tahap ini dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar siswa.
4.    Tahap Evaluasi
Kegiatan tahap evaluasi ini sebagai proses pengumpulan data , mengolah data dan menyajikan informasi sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputusan tindakan. Evalusi diarahkan pada penemuan dari bukti-bukti dari peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran Agama Islam yang terjadi setelah suatu tindakan.
5.    Tahap Refleksi
Refleksi yaitu merenungkan apa yang telah terjadi dan tidak terjadi. Dalam hal ini, peneliti mengulas kembali atau melihat perbedaan dari beberapa siklus yang akan dilaksanakan pada penelitian tindakan kelas tersebut. Sehingga peneliti mengetahui perubahan yang terjadi terhadap dua seklus tersebut, baik dilihat dari segi siswa, pembelajaran yang dilakukan peneliti, maupun suasana kelas yang terjadi apabila menggunakan metode Question Student Have. Hasil refleksi itu digunakan untuk menetapkan langsung lebih lanjut dalam upaya pencapaian tujuan penelitian. Kegiatan refleksi ini dilakukan setiap akhir pembelajaran pendidikan Agama Islam.   
C.  Jenis Instrumen Dan Cara Penggunaannya
Instrumen Penelitian adalah alat atau fasilitator yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu:
1.    Tes hasil belajar siswa
Tes adalah suatu cara mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan olah siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkahlaku atau prestasi siswa tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh siswa-siswa yang lain atau dengan standar yang ditetapakan.
2.    Lembar observasi 
Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti dan sisitematis data-data yang diperoleh dari observasi itu dicatat dalam suatu observasi . Kegiatan pencatatan dalam hal ini adalah merupakan bagian dari kegiatan pengamatan. 
D. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan dilaksanakan berdasarkan perencanaan, namun tindakan tidak mutlak dikendalikan oleh rencana satu tindakan yang diputuskan mengandung resiko karena terjadi dalam situasi nyata, oleh karena itu tindakan harus bersifat tentatip dan sementara fleksibel dan siap diubah sesuai dengan kondisi yang ada sebagai usaha kearah perbaikan. 
       


                       






                                   
Gambar : Spiral Tindakan Kelas
    Tahap pelaksanaan tindakan  dilaksanakan dalam dua siklus, dimana siklus 1 akan menghasilkan suatu data bagaimana minat belajar siswa yang menggunakan metode Question Student Have. Setelah data dari siklus satu telah selesai , kemudian dilanjutkan dengan siklus II yang  akan membuktikan peningkatan hasil belajar pendidikan agama Islam (subyek penelitian).Akan tetapi,kegiatan yang dilakukan pada siklus 11 mempunyai berbagai tambahan perbaikan dari tindakan terdahulu yang ditujukan untuk memperbaiki hambatan atau kesulitan pada silkus 1.
    Tidak ada ketentuan tentang berapa kali siklus harus dilakukan. Banyaknya siklus tergantung dari kepuasan peneliti sendiri, namun ada saran, sebaiknya tidak kurang dari dua siklus. 
E.  Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini data bersumber dari :
1.    Teknik tes (hasil belajar). Nilai hasil belajar  ini bersumber dari hasil tes yang dilakukan setiap evaluasi proses belajar mengajar
2.    Teknik observasi
Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap keadaan situasi dan kondisi SMA Muhammadiyah Mataram sebagai subyek penelitian serta mengumpulkan informasi-informasi atau data-data yang berhubungan dengan pembelajarannya atau hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.
3.    Teknik Wawancara (interview)
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan.  Disini peneliti melakukan wawancara dengan guru agama islam yang mengajar di SMA Muhammadiyah Mataram guna mengetahui hasil belajar siswa SMA Muhammadiyah Mataram selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas khususnya mata pelajaran agama Islam.
4.    Teknik Dokumentasi
Metode dokumentasi suatu cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian. Melalui metode dokumentasi ini peneliti mengumpulakan data, keterangan, atau data dengan mempergunakan bahan-bahan tertulis, tercetak atau dokumen berupa benda-benda tertulis, daftar gambar, foto, denah sekolah dan sebagianya.
F.  Cara Pengamatan (Monitoring)
Penelitian ini menggunakan cara pengamatan tentang hasil belajar mata pelajaran agama Islam dengan pemberian lembar observasi kepada guru mata pelajaran tentang penggunaan metode yang diterapakan oleh peneliti pada lokasi penelitian, sehingga peneliti bisa merefleksi penerapan metode yang digunakan .
    Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Question Student Have, peneliti memberikan tes tertulis berbentuk plilihan ganda pada setiap akhir pembelajaran disetiap siklus . Hasil tes disetiap siklus merupakan metode data yang digunakan sebagai penelitian kelayakan penerapan metode Question Student Have terdapat peningkatan hasil belajar mata pelajaran agama Islam .

G.  Analisis Data dan Refleksi
a.    Analisis data
    Tahapan sesudah pengumpulan data adalah analisis data. Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti sejak awal pada aspek kegiatan penelitian. Analisis data merupakan satu langkah yang sangat penting dalam kegiatan penelitian bila kesimpulan yang akan diteliti dapat dipertanggung jawabkan data yang dianalisis oleh peneliti adalah :
1.    Data tes hasil belajar
Setelah memperoleh data tes hasil belajar, maka data tersebut dianalisis dengan statistik deskriptif yaitu dengan mencari ketuntasan belajar untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa digunakan kriteria sebagai berikut : 
a.    Ketuntasan individu yaitu setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas secara individu terhadap materi pelajaran yang diberikan jika siswa mampu memperoleh nilai lebih  ≥ 65. Rumusnya yaitu :

b.    Ketuntasan klasikal dikatakan telah tercapai apabila target pencapaian ideal ≥ 85% dari jumlah siswa dalam kelas. Rumusnya yaitu :

Ketarangan :
Kk     = Ketuntasan klasikal
ni     = Jumlah siswa yang mendapat nilai ≥ 65
n     = Jumlah siswa yang ikut tes 
2. Refleksi
Dalam pengambilan keputusan secara efektif perlu dilakukan refleksi yaitu merenungkan apa yang telah terjadi dan atau tidak terjadi, pada observasi implementasi serta mencari solusi atau jalan alternatif lainya yang perlu ditempuh pada pemcernaan tindakan selanjutnya.
Dilihat dari metode Question Student Have bahwa peneliti menggunakan dua siklus penelitian . Dimana siklus pertama sebagai awal penggunaan metode Question Student Have. Kemudian pada siklus kedua menggunakan metode yang sama untuk melihat perubahan peningkatan hasil belajar yang terjadi pada siklus pertama ke siklus yang kedua. 
                   

 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Setting Penelitian
1.    Sejarah Singkat Berdirinya SMA Muhammadiyah Mataram
Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Mataram sebelum pada tahun 1971 merupakan SMEA Muhammadiyah Mataram, kemudian diganti menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) atas dasar pertimbangan:
1.    Perkembangan sekolah kejuruan swasta pada waktu itu masih disendat-sendat.
2.    Kelanjutan SMEA pada waktu tidak menunjukkan harapan yang cerah.
3.    Minat siswa memasuki sekolah kejuruan khususnya SMEA kurang.
Sejarah berdirinya sekolah menengah atas (SMA) Muhammadiyah Mataram berdasarkan dokumen sekolah SMA Muhammadiyah Mataram didirikan pada tanggal 1 Agustus 1978 bertepatan dengan status terdaftar surat keputusan (SK) No. 435/C/II/SP/III/78 dikeluarkan oleh pimpinan Muhammadiyah di Jakarta kemudian diakui oleh Depdikbud Provinsi NTB dengan surat keputusan (SK) yang diberikan kepada Pembina pengurus Muhammadiyah Mataram No. 007.1978. baru kemudian status disamakan (terakreditasi) pada tanggal 12 Desember 1993 oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan surat keputusan (SK) No. 525/0/I/1993 berdasarkan (SK) kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 23 Februari 1983, No.118/1/1993 diberikan data 1W.02.09.04.01 kepada sekolah SMA Muhammadiyah Mataram tentang syarat dan tata cara pendirian sekolah swasta dan sejak tahun 1989-1990 SMA Muhammadiyah Mataram di sekolah oleh tim khusus yang mengelola gedung komplek perguruan Muhammadiyah Mataram dengan surat keputusan (SK) No.42/SK-03 tanggal 5 Juni 1959.
2.    Lokasi SMA Muhammadiyah Mataram
Sekolah SMA Muhammadiyah Mataram terletak di jalan Anyelir nomor 24 Mataram denga batasan-batasan sebagai berikut:
a.    Sebelah utara    : Masjid Raya Al-Taqwa Mataram
b.    Sebelah selatan : Jln. Pendidikan
c.    Sebelah timur    :Jln. Anyelir No.24 Mataram
d.    Sebelah barat    : Kantor DILAJ
3.    Keadaan Gedung SMA Muahammadiyah
Gedung madrasah ini dibangun di atas tanah seluas 4380 M2. perincian bangunan terdapat ada gedung SMA Muhammadiyah Mataram disajikan dalam table berikut:
Table 1
Keadaan gedung SMA Muhammadiyah Mataram Tahun 2009-2010
No    Nama ruang    Jumlah (Buah)
1    2    3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17    Ruang kepala sekolah
Ruang wakil kepala sekolah
Ruang guru
Ruang tata usaha
Ruang perpustakaan
Ruang multimedia
Ruang lab. Fisika
Ruang kelas
Musholla
Ruang BP/OSIS
Lab komputer
Kantin
Gudang
WC siswa
Ruang lab. Biologi
Ruang kesenian
Tempat parker    1
1
1
1
1
1
1
15
1
1
1
1
2
3
1
1
1
    Jumlah    34
Sumber :Keadaan gedung SMA Muhammadiyah Mataram,Dokumentasi, dikutip pada tanggal 2 Desember 2009
Mengenai sarana dan prasarana lainnya di SMA Muhammadiyah Mataram ini terdapat lapangan upacara yang sekalian dimanfaatkan sebagai lapangan olahraga dan tempat IMTAQ. Kemudian menurut salah satu pegawai tata usaha di SMU Muhammadiyah mengatakan bahwa sarana pendidikan disini sudah memadai itu karena ada bantuan juga dari pemerintah dan dana dari sekolah sendiri.
4.    Keadaan Siswa, Guru dan Pegawai Tata Usaha
a)    Keadaan Siswa
Dalam tahun pembelajaran 2009/2010 keadaan siswa SMA Muhammadiyah Mataram sebanyak 537 orang ( 271 orang laki – laki dan  266 orang perempuan ), yang terdiri dari kelas I sebanyak 234 orang siswa, kelas II sebanyak 148 orang siswa dan kelas III sebanyak 155 orang siswa.

b)    Keadaan Guru
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah Mataram pada tahun 2009/2010 didukung oleh 44 orang guru, dimana guru – guru tersebut terdiri 10 orang GT PNS YDPK, 3 orang GTT PNS, 6 orang GTT YYS dan 25 orang 25 GTT. Dimana guru – guru tersebut telah memiliki apersialisasi pada bidangnya. Untuk jelasnya dapat dilihat pada table sebagai berikut :
Tabel 2
Keadaan guru SMA Muhammadiyah Mataram
Berdasarkan golongan dan bidang studi yang diajarkan

No    Nama    Pangkat/Gol    Status    Bidang studi
1    Drs. Muhammad Ardi Samsuri    Penata 3/C4 (III/d)    GT YYS/ Kepsek    Al-Islami/TIK
2    Dra. Hj. Isnurmini    Pembina, IV/a    GT PNS YDPK    BP/BL
3    Dra. Thoyibah Bages    Pembina, IV/a    GT PNS YDPK    Sej/Ppkn/Al-Silami
4    Rosita Mali,S.Pd    Pembina, IV/a    GT PNS YDPK    Bahasa Inggris
5    Sukiman, S.Pd    Pembina, IV/a    GT PNS YDPK    Matematika
6    Dra. Baiq Sukarni    Pembina, IV/a    GT PNS YDPK    BP
7    Ahmad Gazi, S.Pd    Penata Muda Tk., III/b    GT PNS YDPK    Bhs. Ingg
8    Imam Gunawan,S.Pd    Penata Muda Tk., III/b    GT PNS YDPK    Biologi/Tik
9    Sri Rahayu, S.Pd    Penata Muda Tk., III/a    GT PNS YDPK    Biologi
10    Drs. Abdul Azis    Penata Muda Tk., III/a    GT PNS YDPK    Sosiologi
11    Nuraini, S.Pt    Penata Muda Tk., III/a    GT PNS YDPK    Biologi
12    Dra. Supartini    Penata 3/C4    YYS    Ekonomi
13    Zainuddin Abdullah, BA    Penata 3/C4    YYS    PPKn/KWN
14    Ir. Abdurrahman HM    Pembina 2, IV/a    YYS    Katematika
15    Drs. Lalu Jafar    Penata 3/C4    YYS    KWN/Sejarah
16    Drs.Junaidi M. Usman    Penata 3/C4    YYS    B. Indonesia
17    Munawir Haris, S.Ag        GTT    Al-Islam
18    Ummuhani Zubunnisa, S.Ag        GTT    KMD
19    Sunarsih, SE        GTT    Ekonomi
20    Nuriani, S.Si        GTT    Matematika
21    Aminah, S.Pd        GTT    Bahasa Indonesia
22    Lis Emilis, S.Pd        GTT    Bhs. Inggris
23    Illiyin, S.S        GTT    B. Arab
24    Sofian Hadi, S.Pd        GTT    Pend. Seni
25    Drs. Rusan        GTT PNS    Bhs.Indo
26    Tati Sumiati, S.Pd        GTT    Geografi
27    Hamanadi, S.Ag        GTT    Kesenian/Al-Islam
28    Wildan, S. Ag        GTT    Al-Islam/Kesenian
29    Nurhawan, S.Pd        GTT    Penjaskes
30    Dian Susanti, S.Pd        GTT    Fisika
31    Nurlaila, S.Ag        GTT    Bhs. Arab
32    Ahmad Busyain, A.Md        GTT    TIK
33    Islahul Umami, S.Pd        GTT    Kimia
34    Ilhaniatul aini,S.Pd        GTT    Kimia
35    Muhammad Al-Faris, S.Si        GTT    TIK
36    Umi Kusumawati,S.Pd        GTT    Fisika
37    Abdul Muhid, S.Pd        GTT    Penjaskes
38    Dra. Mardiyah hayati        GTT    KMD
39    Lalu Salapuddin, S.Pd, M.Pd        GTT    Bhs.Indo
40    Muazzim, S.Pd        GTT    Matematika
41    Nurhalida, S.Pd        GTT PNS    Kimia
42    Andrikni, S.Pd        GTT    Bhs. Indo
43    Indah Mustamirah, S.Pd        GTT PNS    Musik
44    Yuni Permatasari, S.Pd        GTT    Kimia
( Sumber :Keadaan guru bulan September 2009,Dokumentasi, dikutip tanggal 2 Desember 2010 ).
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa guru di SMA Muhammadiyah Mataram sebanyak 44 orang, dimana terdiri dari 34 orang dengan latar belakang pendidikan dan 10 orang dengan latar belakang pendidikan umum dari segala jurusan.
c)    Keadaan Pegawai Tata Usaha
Untuk membantu melancarkan proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya, pegawai tata usaha di SMA Muhammdiyah Mataram terdiri dari urusan koordinator TU, urusan perpustakaan, urusan  kepegawaian, urusam kesiswaan, urusan keuangan, urusan kearsipan/umum, urusan surat-menyurat, urusan taman dan urusan kebersihan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah berikut ini.
Tabel 3
Keadaan Pegawai Tata Usaha SMA Muhammadiyah Mataram
No    Nama    Pangkat/Gol    Mulai Bertugas    Tugas
1    2    3    4    5
1    Suparman Yusuf    Penata 2/C2 (III/b)    08/01/1982    Koord. TU
2    Masarang    Penata 1/C1 (III/a)    08/01/1982    Perpus.
3    Anwar H. M. Sidik    Penata 1/C1 (III/a)    01/01/1984    Komputer/kesiswaan
4    Drs Ridwan Yasin    Penata 1/C1 (III/a)    06/01/1984    Kepegawaian
5    Jumasan     Pengatur 4/B4 (II/d)    07/01/1984    SPP
6    Yusuf    Pengatur 3/C3 (II/C)    10/01/1989    SPP
7    Abubakar MS    Penata 1/C1 (III/a)    04/01/1984    Kearsipan/Umum
8    B. Ismawarni SN    Pengatur 2/C2 (II/C)    08/01/1995    Kesiswaan
9    Abd.Manaf    Juru 3/A3 (I/C)    08/01/1988    Tk. Kebun
10    Maemunah    Juru 2/A2 (I/b)    01/01/1998    Kebersihan
11    Mashur        01/02/1994    Satpam
12    Lalu Agustin        09/01/2004    Tk. Kebun
13    Baiq Rahmayani        27/03/2002    Perpus.
14    Syafrudin         01/07/1996    Surat-surat
( Sumber: Keadaan pegawai bulan September 2010,Dokumentasi, dikutip tanggal 2 Desember 2010 ).
5.    Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam sekolah sangat penting untuk meningkatkan efektifitas dan efesien kerja. Struktur organisasi dalam suatu sekolah juga dapat memberi arah yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Apalagi SMU Muhammadiyah Mataram merupakan organisasi lembaga pendidikan yang bertujuan meningkatkan kwalitas sumber daya manusia iman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Berbudi pekerti dan berakhlak mulia, maka struktur organisasi sangatlah penting untuk menggerakkan orang-orang yang ada di dalamnya, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Adapun struktur organisasi SMA Muhammadiyah Mataram sebagai berikut.

STRUKTUR ORGANISASI

















( Sumber : Denah SMA Muhammadiyah Mataram, Dokumentasi,dikutip tanggal 2 desember 2010 ).

B.    Hasil Penelitian
1.    Penyajian dan Analisis Data
a.    Penyajian Data Pelaksanaan Metode Question Student Have Tiap Siklus.
a)    Kegiatan Guru
Kegiatan guru pada pelaksanaan metode Questiont Student Have ini terdiri dari 3 (Tiga) bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian inti dan bagian penutup.
1)    Bagian Pendahuluan
Pada bagian ini guru membuat sekenario pembelajaran siklus I dan II (pada lampiran 1 dan 7), membuat rencana pembelajaran (RPP) siklus I dan II (pada lampiran 2 dan 8 ), membuat kisi-kisi soal evaluasi siklus I dan II ( pasa lampiran 13), membuat soal evaluasi I dan II ( pada lampiran 3 dan 9), membuat lembar jawaban I dan II ( pada lampiran 14 ), membuat lembar observasi guru I dan II ( pada lampiran 5 dan 11 ), dan membuat lembar obsevasi siswa I dan II (pada lampiran 6 dan 12 ). Sebelum pelajaran dimulai guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi siswa dengan apersiasi menarik.
2)    Bagian Inti
Pada bagian ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan rancangan rencana pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Untuk dapat menyesuaikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan penerapan metode Questiont Student Have guru memberikan  uraian dan penjelasan kepada siswa mengenai materi pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kemudian guru meminta siswa membentuk formasi lingkaran, baru membagikan kertas kosong kepada siswa, seluruh siswa menuliskan satu pertanyaan di kertas yang telah dibagikan, kemudian siswa memutar kertas searah jarum jam, ketika setiap kertas diedarkan kepada siswa lain siswa tersebut harus membacanya dan memberikan tanda cek jika pertanyaan yang mereka ajukan sama atau paling banyak. Kemudian guru menjawab pertanyaan atau memberikan penjelasan terhadap pertanyaan yang paling banyak yang ingin diketahui siswa. Kemudian guru memberikan soal evaluasi kepada siswa dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal.
3)    Bagian Penutup
Menyimpulkan hasil pembelajaran dan memberikan refleksi.
b)    Kegiatan Siswa
1)    Bagian Pendahuluan
Pada bagian ini siswa mendengarkan motivasi, tujuan pembelajaran dan mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.

2)    Bagian Inti
Pada bagian ini siswa mendengarkan dan memahami materi yang disampaikan oleh guru kemudian siswa membuat formasi lingkaran, siswa membuat pertanyaan yang ditulis dikertas yang telah dibagikan mengenai hal-hal yang belum dimengerti. Siswa memutar kertas searah jarum jam, tiap siswa harus membaca dan memberikan tanda cek jika pertanyan yang mereka ajukan sama. Siswa mendengarkan dan mencatat penjelasan jawaban dari guru dan jawaban dari temannya yang diberi kesempatan oleh guru untuk menjawab pertanyaan dari temannya. Kemudian siswa mengerjakan soal evaluasi dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal.
3)    Bagian Penutup
Pada bagian ini siswa  mencatat kesimpulan dari apa yang mereka pelajari.

2.    Analisis Data
a.    Analisis Siklus I
Tabel. 4 : Ringkasan Data Hasil Ketuntasan Belajar Siswa
No    Keterangan    Siklus I
1    Jumlah siswa    31
2    Nilai tertinggi    90
3    Nilai terendah    55
4    Jumlah siswa yang tuntas secara individu    15
5    Jumlah siswa yang tidak  tuntas secara individu    16
6    Jumlah siswa yang tuntas secara klasikal    48,38%
7.    Kategori ketuntasan    Tidak tuntas
    Ringkasan data hasil evaluasi siklus I di sajikan pada lampiran 15. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai tertinggi mencapai 90 dengan kualifikasi cukup baik, dan nilai yang terendah adalah 55 dengan kualifikasi kurang baik. Ketuntasan belajar siswa di lihat dari hasil evaluasi siklus I pada tabel diatas dari 31 orang siswa terdapat 15 orang siswa dinyatakan tuntas secara individu dan 16 orang siswa dinyatakan tidak tuntas dengan persentase 48,,38%. Ini berarti bahwa ketuntasan belajar siswa pada pokok bahasan iman kepada kitab – kitab Allah dikategorikan belum tuntas karena belum mancapai kriteria ketuntasan secara klasikal. Siswa di katakan tuntas apabila labih dari  85% jumlah siswa yang tuntas belajar. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.
b.    Analisis siklus II
Tabel. 5 : Ringkasan Data Hasil Ketuntasan Belajar Siswa
No    Keterangan    Siklus II
1    Jumlah siswa    31
2    Nilai tertinggi    90
3    Nilai terendah    65
4    Jumlah siswa yang tuntas secara individu    27
5    Jumlah siswa yang tidak  tuntas secara individu    4
6    Jumlah siswa yang tuntas secara klasikal    87,09%
7.    Kategori ketuntasan    tuntas

    Ringkasan data hasil evaluasi siklus I1 di sajikan pada lampiran 15. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai tertinggi mencapai 90 dengan kualifikasi cukup baik, dan nilai yang terendah adalah 55 dengan kualifikasi kurang baik. Ketuntasan belajar siswa dilihat dari hasil evaluasi siklus 11 pada tabel diatas dari 31 orang siswa terdapat 27 orang siswa dinyatakan tuntas secara individu dan 4 orang siswa dinyatakan tidak tuntas dengan persentase 87,09%. Ini berarti bahwa ketuntasan belajar siswa pada pokok bahasan Hikmah iman kepada kitab – kitab Allah dikategorikan tuntas karena sudah mancapai kriteria ketuntasan secara klasikal. Siswa di katakan tuntas apabila lebih dari  85% jumlah siswa yang tuntas belajar. Dengan demikian tidak di lakukan perbaikan karena sudah tuntas secara klasikal.
C.    Pembahasan
Dari hasil penelitian yang dijabarkan di atas, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan tindakan / sebelum penerapan metode Question Student Have ini diterapkan kemampuan dan minat belajar siswa masih kurang ketika duduk di kelas X1 IPA 2 dari jumlah 31 orang siswa yang mendapat nilai > 65 dengan nilai rata – rata kelas 60,1 ( cukup kurang ).
1)    Pelaksanaan Metode Question Student Have
a.    Pelaksanaan metode Question Student Have pada siklus I
Pelaksanaan metode Question Student have siklus I pada tanggal 22 januari 2010 diikuti oleh 31 orang siswa kelas XI IPA 2. Pelaksanaan metode ini pada siklus I yang terlihat pada obsevasi siswa yaitu sebagian dari siswa tidak memperhatikan dan mengamati penjelasan guru, sebagian dari siswa mengerjakan hal – hal yang lain. Sebagian besar tidak ragu – ragu merespon pelajaran, semua siswa membuat pertanyaan terkait dengan materi yang belum paham, siswa memberikan tanda cek terkait jawaban yang paling banyak mereka ajukan, siswa merespon jawaban dari guru dengan baik, sebagian besar siswa mengacungkan tangan untuk bertanya jika ada permasalahan yang belum dimengerti, sebagian besar siswa tidak mencatat penjelasan guru.
Sedangkan langkah – langkah penerapan metode ini terlihat pada observasi guru siklus I yaitu guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan manfaat dan arti penting pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa dan mengkaitkan dengan materi sebelumnya. Guru menyampaikan materi sesuai dengan materi, guru melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan sekenario pembelajaran, guru membagikan kertas kosong kepada siswa , kemudian guru meminta siswa membuat pertanyaan, kemudian guru menjawab pertanyaan, guru tidak mengontrol siswa membuat pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kemudian guru memberikan penguatan terkait dengan materi. Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.
b.    Pelaksanaan metode Question Student have siklus II
Pelaksanaan metode Question Student have siklus II pada tanggal 29 januari 2010 diikuti oleh 31 orang siswa kelas XI IPA 2. Pelaksanaan metode ini pada siklus II yang terlihat pada observasi siswa yaitu siswa memperhatikan pelajaran baik selama proses belajar berlangsung, siswa tidak mengerjakan pekerjaan lainnya dan siswa tidak ragu-ragu dalam merespon pelajaran, guru membagikan kertas kosong kepada siswa, masing-masing siswa membuat pertanyaan, sebagian besar siswa menukar kertas yang dibagikan oleh guru kesiswa lain searah jarum jam, sebagian besar siswa memberikan tanda cek atas pertanyaan yang sama yang mereka ajukan, sebagian besar mendengarkan jawaban atas pertanyaan mereka. Sebagian siswa, tidak bertanya kepada temannya jika ia belum memahami materi pelajaran. Sebagian besar siswa mengacungkan tangan jika ada permasalahan yang belum mereka pahami, siswa tidak merespon atas stimulus yang diberikan oleh guru atau siswa lain, siswa tidak mencatat penjelasan guru, sebagian besar siswa menjawab soal evaluasi.
Sedangkan langakah-langkah penerapan metode ini yang terlihat pada obsevasi guru siklus II yaitu, guru menyampaikan tujuan, manfaat dan arti penting pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa, guru mengkaitkan pertanyaan materi sebelumnya  dengan materi yang akan dibahas, guru menyampaikan kembali konsep yang belum dikuasai siswa, guru menampaikan materi sesuai dengan materi, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan scenario pembelajaran, guru meminta siswa membentuk formasi lingkaran dan membagikan kertas kosong kepada siswa, guru meminta siswa membuat pertanyaan. Siswa memutar kertas searah jarum jam dan memberikan tanda cek jika pertanyaan yang diajukan sama oleh siswa, guru menjawab pertanyaan. Guru tidak mengontrol siswa dalam pembuatan pertanyaan guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, guru memberikan penguatan kepada siswa dan guru memberikan evaluasi siklus II kepada siswa.

2)    Hasil Belajar
a.    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I
Pada siklus I hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan klasikal dengan presentase ketuntasan 48,38% dari 31 orang siswa yang mengikuti tes. Nilai rata-rata siswa 64,19 dan jumlah siswa yang memperoleh ≥ 65 atau tuntas berjumlah 15 orang siswa sedangkan siswa yang memperoleh ≤ 65 atau dikatakan tidak tuntas berjumlah 16 orang meskipun pada siklus I penerapan metode Question Student Have sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) namun masih ada kekurangannya yaitu masih kurangnya guru mengarahkan siswa menyatakan pendapat, guru kurang memperhatikan siswa dalam membuat pertanyaan dan tidak memberitahu siswa untuk tidak menjawab semua pertanyaan, masih kurangnya siswa merepon pertanyaan dengan memberikan tanggapan serta kurangnya interaksi antar siswa ini terjadi di akibatkan guru kurang mencurahkan siswa yang pasif untuk menyatakan pendapat.
b.    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus II
Pada siklus II hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan klasikal dengan presentase ketuntasan 87,09% dari 31 orang yang mengikuti tes, nilai rata-rata siswa 74,67% dan jumlah siswa yang memperoleh ≥ 65 dikatakan tuntas berjumlah 27 orang siswa sedangkan siswa yang memperoleh nilai ≤ 65 atau dikatakan tidak tuntas berjumlah 4 orang siswa. Setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I, kekurangan masih terlihat walaupun penerapan metode Question  Student Have telah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), guru masih kurang untuk mengarahkan siswa untuk menyatakan pendapat, meskipun pada siklus II ini masih ada kekurangannya antusias siswa untuk mengetahui jawaban yang muncul.
Dengan penerapan metode Question  Student Have ini membantu siswa dalam menyampaikan pertanyaannya, dan metode ini sangat membantu dalam pencapaian target pembelajaran  berdasarkan indikator yang ingin dicapai, adapun pengaruh dari metode ini yaitu siswa terpancing membuat pertanyaan yang dimiliki masing-masing siswa, sehingga proses belajar mengajar jadi lebih menarik.
Melalui penerapan metode Question  Student Have membantu siswa membuat pertanyaan, siswa yang tidak pernah bertanya menjadi lebih aktif sehingga semua siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar, peningkatan hasil belajarpun lebih baik setelah penggunaan metode tersebut.
Dengan demikian bahwa penerapan metode Question  Student Have ini dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) khususnya mata pelajaran akidah akhlak pada siswa kelas XI IPA 2 dapat meningkatkan hasil belajar.

BAB  V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap penerapan metode pembelajaran Aktif Question Student Have terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di SMA Muhammadiyah Mataram tahun 2009/2010. Hal ini terbukti dari hasil analisa  pada sikus I dan 11 ,di mana pada siklus 1 siswa  telah mencapai ketuntasan klasikal dengan presentase ketuntasan 48,38% dari 31 orang siswa yang mengikuti tes.Pada siklus 1 ketuntasan klasikal belum tuntas. Sedangkan Hasil analisa pada siklus II siswa telah mencapai ketuntasan klasikal dengan presentase ketuntasan 87,09% dari 31 orang siswa yang mengikuti tes. Pada siklus 11 siswa telah mencapai ketuntasan klasikal.
B.    Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka dapat diajukan saran sebagai berikut :
1.    Bagi guru hendaknya menggunakan metode ini, karena dapat meningkatkan hasil belajar khususnya pada pokok bahasan Iman kepada kitab-kitab Allah, tidak tertutup kemungkinan pada pokok bahasan lain maupun mata pelajaran lain.
2.    Kepala sekolah, hendaknya mengupayakan berbagai saran dan prasarana yang diperlukan dalam berbagai bidang studi, hal ini penting dalam upaya membantu meningkatkan hasil belajar.
3.    Kepada peneliti lain diharapkan agar mengadakan penelitian yang lebih mendalam dan lebih luas, khususnya mengenai hal – hal yang belum terungkap dalam penelitian.

























DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
NOTA DINAS PEMBIMBING
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR  ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.    Sasaran Tindakan
C.    Rumusan Masalah
D.    Tujuan Penelitian
E.    Manfaat dan Hasil Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
2.    Manfaat Praktis
F. Kajian Pustaka
BAB II KERANGKA TEORI
A.    Strategi Pembelajaran Aktif
1.    Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif  Dan Alasan Penggunaannya
2.    Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif
3.    Indikator – Indikator Strategi Pembelajaran Aktif
B.    Question Student Have
1.    Pengertian Question Student Have
2.    Langkah-Langkah Penerapan Question Student Have
3.    Kelebihan Dan Kelemahan Question Student Have
C.    Hasil Belajar
1.    Pengertian Hasil Belajar  Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya
2.      Komponen – Komponen Hasil Belajar
3.      Evaluasi Hasil Belajar
BAB III METODE PENELITIAN
A.    Setting Penelitian
B.    Rencana Tindakan
1.    Tahap Perencanaan
2.    Tahap Pelaksanaan Tindakan
3.    Tahap Observasi
4.    Tahap Evaluasi
5.    Tahap Refleksi
C.    Jenis Instrumen dan Cara Pengguanaannya
D.    Pelaksanaan Tindakan
E.    Teknik Pengumpulan Data
F.    Cara Pengamatan (Monitoring)
G.    Analisis Data dan Refleksi
BAB 1V PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Setting Penelitian
B.    Hasil Penelitian
a. Penyajian Dan Analisis Data
b. Analisis Data
C.  Pembahasan
    BAB V . PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.    Saran
DAFTAR PUSTAKA





DEPERTEMEN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM  NEGERI (IAIN)
MATARAM
Jln. Pendidikan No. 35 Telp. (0370) 621298, 625337 Mataram

KARTU KONSULTASI
Nama Mahasiswa    : Nur Aini
NIM        : 151.051.033
Pembimbing I     : Drs. H.M. Natsir, M.Pd
Judul Skripsi     :   
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF QUESTION STUDENT HAVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 IPA 2 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2009 / 2010.
Tanggal    Materi
Konsultasi    Catatan saran Perbaikan    Tanda
Tangan
   























































   







   




DEPERTEMEN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM  NEGERI (IAIN)
MATARAM
Jln. Pendidikan No. 35 Telp. (0370) 621298, 625337 Mataram

KARTU KONSULTASI
Nama Mahasiswa    : Nur Aini
NIM        : 151.051.033
Pembimbing II     : Drs. Mustain , M Ag
Judul Skripsi     :       
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF QUESTION STUDENT HAVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 IPA 2 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2009 / 2010.
Tanggal    Materi
Konsultasi    Catatan saran Perbaikan    Tanda
Tangan
   







   




































OUTLINE

STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF QUESTION STUDENT HAVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMU MUHAMMADIYAH MATARAM
TAHUN 2009/2010


HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN NOTA DINAS
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR  ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.    Sasaran Tindakan
C.    Rumusan Masalah
D.    Tujuan Penelitian
E.    Manfaat dan Hasil Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
2.    Manfaat Praktis

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.    Strategi Pembelajaran Aktif
1.    Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif  Dan Alasan Penggunaannya
2.    Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif
3.    Indikator – Indikator Strategi Pembelajaran Aktif
B.    Question Student Have
1.    Pengertian Question Student Have
2.    Langkah-Langkah Penerapan Question Student Have
3.    Kelebihan Dan Kelemahan Question Student Have
C.    Hasil Belajar
1.    Pengertian Hasil Belajar  Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya
2.      Komponen – Komponen Hasil Belajar
3.      Evaluasi Hasil Belajar
BAB III METODE PENELITIAN
A.    Setting Penelitian
B.    Rencana Tindakan
4.    Tahap Perencanaan
5.    Tahap Pelaksanaan Tindakan
6.    Tahap Observasi
7.    Tahap Evaluasi
8.    Tahap Refleksi
C.    Jenis Instrumen dan Cara Pengguanaannya
D.    Pelaksanaan Tindakan
E.    Teknik Pengumpulan Data
F.    Cara Pengamatan (Monitoring)
G.    Analisis Data dan Refleks



BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN PERSEMBAHAN
A.    Diskripsi Setting Penelitian
B.    Hasil Penelitian
C.    Pembahasan
BAB V SIMPUALAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
B.    Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN