Curhat

malioboro

malioboro
Malioboro Street

Fish

Label

Selasa, 22 Mei 2012

PENGARUH ORGANISASI INTRA KAMPUS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI SEMESTER V DI IAIN MATARAM TAHUN AKADEMIK 2009/2010

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Organisasi intra kampus merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran penting dalam Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) khususnya di IAIN Mataram. Organisasi mahasiswa intra kampus terdiri dari dua bentuk yaitu ditingkat institut meliputi; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Mataram dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selanjutnya ditingkat Fakultas meliputi; Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan organisasi mahasiswa yang berada ditingkat Institut. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terdiri dari beberapa lembaga organisasi kemahasiswaan yaitu; Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ro'yuna, PRAMUKA, Resimen Mahasiswa (MENWA), Badan Kegiatan Seni Mahasiswa (BKSM), Koperasi Mahasiswa (KOPMA), dan English Study Club (ESC).
Adapun Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan organisasi mahasiswa intra kampus ditingkat Fakutas. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) terdiri BEM Fakultas Tarbiyah, BEM Fakultas Syari’ah dan BEM Fakultas Dakwah. Selanjutnya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) terdiri dari HMJ Pendidikan IPS Ekonomi, HMJ Pendidikan Agama Islam, HMJ Pendidikan Bahasa Arab, HMJ Pendidikan Biologi, HMJ Pendidikan Matematika, HMJ Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah, HMJ Ekonomi Islam, HMJ AS, HMJ Mu'amalah, HMJ KPI, dan HMJ PMI. 
Jadi organisasi mahasiswa intra kampus merupakan lembaga tempat  pembelajaran diri. Selain itu, organisasi ini merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Organisasi mahasiswa membawa para anggotanya bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi, kecurangan, ketidakadilan, dan ketidakstabilan politik serta sekaligus mengugah rasa kritis mahasiswa untuk mencari solusi atas apa yang terjadi.
Organisasi mahasiswa menjembatani domain menara gading kampus yang elitis dengan ruang masyarakat. Sehingga, ketika menghadapi problem kehidupan, mahasiswa tidak lagi canggung bergumul dengan ruang baru, baik di masyarakat maupun di dunia kerja selepas lulus dari perguruan tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa intra kampus merupakan sebuah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para aktivis yang ada di dalam organisasi sehingga organisasi sangat penting guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih berkreativitas sekaligus wahana dan sarana pengembangan diri bagi   mahasiswa dalam rangka memperoleh pengetahuan yang lebih ekspansif di luar   bangku kuliah.
Senapas dengan  Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan IAIN Mataram 2007  pada bab I Pasal 1 menjelaskan bahwa:
1.    Organisasi Kemahasiswaan adalah organisasi intra kemahasiswaan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang berfungsi sebagai wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan, peningkatan kecendikiawanan dan integritas kepribadian untuk mencapai tujuan PTAI.
2.    Organisasi intra kemahasiswaan antar perguruan tinggi adalah organisasi intra kemahasiswaan yang melaksanakan kerjasama sebagai wahana melakukan pengembangan diri mahasiswa untuk menanamkan sikap ilmiah, pemahaman ke arah profesi dan sekaligus meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.


Di samping itu salah satu faktor yang mempengaruhi cara belajar mahasiswa adalah pengalaman sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dan teman bergaulnya. Bagi mahasiswa yang aktif di organisasi intra kampus tentu memiliki cara belajar yang berbeda dengan mahasiswa pasif, dimana tidak memiliki aktivitas-aktivitas lain di luar kurikuler (kuliah formal).
Biasanya, tidak sedikit mahasiswa aktivis organisasi yang relatif lebih kritis, analitis dari pada mahasiswa pasif. Hal ini bisa jadi dipengaruhi tingginya intensitas kegiatan yang mengarah kepada pengembangan intelektual dan kretivitas yang mereka geluti di luar kurikuler atau waktu kuliah formal. Karena itu mereka menjadi lebih terlatih dalam berbicara, menulis, dan meluangkan waktunya untuk belajar. Jadi bagi mereka, organisasi adalah "kampus kedua” yang dapat menunjang belajar tersendiri.
Di samping itu, organisasi kemahasiswaan intra kampus merupakan domain jembatan “penghubung”, maksudnya disini mahasiswa bisa menempa diri antara kehidupan masyarakat yang penuh dengan kecenderungan sosial dalam ruang lingkup apapun, dan juga organisasi kemahasiswaan melatih mahasiswa fokus terhadap 2 (dua) kesibukan yaitu lingkup kemahasiswaan dan lingkup realita masyarakat yang sebenarnya. Mahasiswa yang punya pengalaman organisai di waktu kuliahnya lebih siap dalam menghadapi kehidupan dunia kerja dari pada mahasiswa yang tidak mengikuti organisai.
Sebaliknya juga secara fenomenalogis, tidak sedikit pula mahasiswa aktivis organisasi yang nilai akademisnya rendah dibanding mahasiswa pasif. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh "keterlenaan" mereka dalam aktivitas-aktivitas praktis organisasi tanpa diikuti oleh bacaan-bacaan yang memadai yang dapat menunjang aktivitas kuliah mereka sehari-hari.   
Berdasarkan fenomena di atas, dapat melahirkan asumsi dikalangan mahasiswa bahwa organisasi kemahasiswaan disatu sisi dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan prestasi belajar mahasiswa, sebaliknya disisi lain, organisasi kemahasiswaan khususnya organisasi intra kampus justru menghambat aktivitas perkuliahan mahasiswa bahkan dapat mereduksi prestasi (nilai) akademis mahasiswa. 
Akan tetapi, anggapan bahwa organisasi dapat menghambat aktivitas kuliah dan mereduksi prestasi akademis mahasiswa adalah anggapan yang keliru dan tidak memiliki dasar yang kuat, karena walau bagaimanapun organisasi kemahasiswaan tersebut adalah sebuah wadah, media, alat serta sarana transpormasi (penyalur) minat, bakat dan potensi-potensi lain yang terpendam dalam diri mahasiswa untuk dikembangkan sehinggga mencapai tujuan yang di inginkan yaitu tujuan belajar yang mengarah kepada perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa.
Jadi, disini penulis menegaskan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa menjadi penting karena manfaatannya justru akan kembali  kepada mahasiswa itu sendiri. Mungkin ada yang takut ketika masuk organisasi waktunya untuk belajar akan terganggu yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. Penulis katakan memang ada sebagian kecil mahasiswa yang lalai kuliah akibat terlalu sibuk mengurus organisasi. Tapi kenyataan juga membuktikan, betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu, dan dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan. Jadi, ini hanyalah masalah manajemen waktu.
Di samping itu, ide dasar tentang pentingnya berorganisasi juga dapat kita jumpai dalam Firman Allah SWT dan Hadis Rasulullah SAW, dimana beliau pernah berpesan apabila kita berada pada suatu tempat yang terdiri dari komunitas atau sekelompok orang, maka hendaknya menunjuk salah seorang dari mereka menjadi pemimpin, bahkan meskipun hanya terdiri dari dua orang. Beliau juga mengumpamakan bahwa keseluruhan umat Islam adalah bagaikan satu tubuh, bilamana sebagian dari tubuh itu mengalami kesakitan, maka bagian yang lain juga ikut merasakannya.
Senapas dengan hadis nabi tersebut, Allah SWT berfirma dalam Al-Qur'an surah As-Shaf  ayat 4, Allah SWT berfirman:
ان الله يحب الدين يقتلون فى سبيله صفاكانهم بنين مرصوص ( الصف :   )
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-nya dalam barisan yang tersusun rapi seakan mereka itu sebuah bangunan yang kokoh." ( Q.S. As-Shaf : 4).
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis tertarik mengadakan penelitian tentang Pengaruh Organisasi Intra Kampus Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi Semester V Tahun Akademik  2009/2010 
B.    Rumusan dan Batasan Masalah
1.    Rumusan Masalah
Dalam melakukan sebuah penelitian, maka sudah tentu peneliti harus mengacu pada masalah yang akan diteliti oleh sebab itu bertitik tolak dari latar belakang di atas, maka peneliti perlu merumuskan masalah untuk selanjutnya dibahas dalam penelitian ini yaitu; Apakah ada pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa di IAIN Mataram?
2.    Batasan Masalah
Agar tidak terjadi kekeliruan mengenai batasan yang terdapat dalam judul penelitian, penulis perlu memberikan batasan-batasan masalah yang dianggap penting. Berikut batasan-batasan masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah:
a.    Organisasi Intra Kampus
Organisasi intra kampus adalah kegiatan belajar yang di laksanakan mahasiswa di luar bangku kuliah.
b.    Mahasiswa yang mengikuti Organisasi Intra Kampus
Mahasisiswa yang mengikuti kegiatan organisasi intra kampus khususnya mahasiswa jurusan IPS Ekonomi semester V.
C.    Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh organisasi intra kampus  terhadap prestasi belajar mahasiswa di IAIN Mataram.
Adapun manfaat dari penelitian antara lain:
1.    Secara Teoritis
Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa.
2.    Secara Praktis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan mahasiswa pada umumnya serta dapat berguna bagi institusi pendidikan. Di samping itu bagi peneliti akan lebih termotivasi untuk meneliti lebih lanjut berkaitan dengan pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar.





BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A.    Deskripsi Teoritis
1.    Organisasi Intra kampus
a.    Pengertian Organisasi
Istilah organisasi sudah sering kali kita dengar karena dalam pemahaman kita sehari-hari istilah organisasi sering disamakan dengan sebuah persatuan atau persyarikatan. Organisasi berasal dari kata organon yang dalam bahasa Yunani diartikan sebagai alat.
Menurut Sondang P.Siagian yang dikutip dari bukunya Dr. Kartini kartono menjelaskan bahwa:
“Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hierarki dimana selalu terdapat hubungan antara seorang atau sekelompok orang yang disebut pemimpin dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan." 

Di samping itu, pengertian organisasi telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Yayat Djadmiko , mencoba mengidentifikasi organisasi yang disebut beberapa ahli sebagai berikut : 
1)    Edgar H. Shein dalam bukunya Psychology of Organization, (1982)  memberikan definisi yaitu; "An organization is the plan coordination of the activities of a member os people for the achievement of some common explicit purpose or good, through division of labor and function and through a hierarchy of authority and responsibility." Jadi organisasi adalah koordinasi yang direncanakan mengenai kegiatan-kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian kerja dan fungsi berdasarkan tingkatan otoritas (kewenangan) dan tangggung jawab.

Elemen-elemen yang terkandung dari definisi di atas adalah :
a)    Bahwa organisasi menuntut pengembangan dan pemeliharaan koordinasi.
b)    Bahwa di dalam organisasi terdapat tujuan bersama yang pencapaiannya harus diupayakan semaksimal mungkin.
c)    Dalam organisasi terdapat pembagian kerja (division of labor).
d)    Seluruh kegiatan dalam organisasi harus menciptakan keterpaduan (integration), menekankan bahwa objek koordinasi pada dasarnya bukan orang tetapi kegiatan atau pekerjaan.

2)    Trewata & Newport dalam bukunya Managemen (1982) ,  yang dikutip dari bukunya Yayat Hayati Djadmiko memberikan definii tentang organisasi yaitu; ”Organization is defined as a social structure, designed to coordinated the activities of two or more people, through a division of labor and hierarchy authority for achievement of a common purpose".  Organisasi adalah suatu struktur social yang diranncang untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dua orang atau lebih melalui suatu pembagian kerja dan tingkatan otoritas untuk mencapai tujuan bersama.


Elemen-elemen yang terkandung dari definisi di atas adalah :

a)    Organisasi itu merupakan suatu kerangka social, yaitu kerangka yang menunjukkan hubungan antara individu dalam organisasi.
b)    Bahwa di dalam organisasi terdapat koordinasi yang dirancang untuk mengatur kegiatan orang-orang.
c)    Organisasi terdapat pembagian kerja yang diatur dengan tingkatan otoritas.
d)    Seluruh kegiatan ditunjukkan untuk pencapaian tujuan bersama.

Menurut Prajudi Atmosudirjo memberikan ulasan tentang organisasi dalam bukunya Makmur, yaitu "suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih (social entity) yang dengan sadar bekerja sama secara terpadu (consciously coordinated) dalam suatu konteks tertentu, menurut batasan-batasan (boundaris) dan fungsi-fungsi tertentu guna mencapai suatu tujuan bersama tertentu atau suatu perangkat (set off) tujuan-tujuan bersama tertentu". 

Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan suatu proses kerjasama yang terdiri dari dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien.
b.    Fungsi Organisasi Intra Kampus
Berdasarkan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan IAIN Mataram 2007 pada bab IV Pasal 6 menjelaskan bahwa: "Organisasi kemahasiswaan intra Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) mempunyai fungsi sebagai wahana dan sarana”:
1)    Perwakilan mahasiswa intra PTAI untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan garis-garis besar program dan kegiatan kemahasiswaan
2)    Komunikasi antar mahasiswa
3)    Pengembangan potensi mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuan dan intelektual yang berguna bagi masyarakat
4)    Pengembangan intelektual, bakat dan minat, pelatihan keterampilan, organisasi manajemen dan kepemimpinan mahasiswa
5)    Pembinaan dan pengembangan kader-kader agama dan bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional
6)    Pemeliharaan dan pengembangan ilmu dan keagamaan yang dilandasi oleh norma akademis, etika, moral dan wawasan kebangsaan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi organisasi intra kampus yaitu di samping sebagai lembaga tempat menampung dan penyalur aspirasi mahasiswa, juga sebagai wahana tempat mengembangkan potensi mahasiswa dengan adanya pelatihan dan keterampilan lainnya sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang  berpotensi dan berguna bagi masyarakat. 
c.    Jenis-jenis Kegiatan Organisasi Intra Kampus
Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa, Organisasi mahasiswa intra kampus terdiri dari dua bentuk yaitu ditingkat Institut meliputi; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Mataram dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). selanjutnya ditingkat Fakultas meliputi; Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan jenis-jenis kegiatan organisasi intra kampus yaitu terdiri dari :
1)    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
        Diantara Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu sebagai berikut: 
a)    Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI)
LDMI merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang  nota benenya adalah UKM yang bernafaskan keislama. Dimana dalam organisasi ini, mahasiswa diarahkan mampu  menjadi seorang da'i atau dai'ah serta mewujudkan seorang  generasi muda yang islam, beraqidah yang kuat, berakhlakul karimah, dan intelektual menuju perbaikan ummat merupakan visi misi utamanya.
Jadi, secara struktural LDMI terdiri dari lima devisi, dimana masing-masing devisi tersebut memiliki kegiatan atau program kerja masing-masing, baik mingguan, bulanan dan tahunan  yaitu :
a)    Departemen Kaderisasi
Diantara kegiatan devisi kaderisasi yaitu:
(1). Qabul Al-'Adha
(2). Dakwah Wustha'
(3). Dakwah Ulya
(4). Pelatihan Manajemen Dakwah
b)    Departemen Hubungan Kemasyarakatan (HUMAS)
Program kerja HUMAS yaitu:
(1). Bakti Sosial
(2). Perayaan Hari Besar Islam
(3). Pelatihan Jurnalitik
(4). Safari Ramadhan
c)    Departemen Kajian dan Keilmuan
Program kerja Kajian dan Keilmuan yaitu:
(1). Seminar
(2). Kajian atau Bahtsul Masa'il
(3). Bimbingan seni baca Al-Qur'an
d)    Departemen Dana dan Usaha (DANUS)
Program kerja DANUS yaitu: 
(1).  Pelatihan Kewirausahaan
(2).  Pengadaan Jaket
e)    Departemen Keputrian
Program kerja keputrian yaitu:
(1).  Kajian
(2). Seminar Muslimah
b)    Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ro'yuna
a)    Pimpinan Umum
(1). Menjalankan fungsi dan perannya untuk menjalankan dan mengembangkan roda organisasi supaya bisa tetap eksisi, baik di tataran interen maupun ekstern organisasi.
(2). Mengembangkan dan memajukan organisasi, dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan kalangan masyarakat luas di tingkat lokal maupun nasional.
(3). Melakukan pemberdayaan terhadab sumber daya manusia anggota secara bersama-sama dengan divisi Litbang dan Pengkaderan secara intensif dalam bidang tulis menulis, khususnya tetang jurnalistik.
(4). Evalusi mengenai sejauh mana program kerja yang sudah di canangkan pada saat raker beberapa waktu lalu mampu di laksanakan. bulan.
(5). Evaluasi kinerja masing-masing Divisi Ro’yuna setiap bulannya.
(6). Melakukan Keordinasi, konsolidasi, dan komunikasi dengan masing-masing divisi yang ada dalam menjalankan setiap program kerja yang sudah di canangkan.
b)    Sekretaris Umum
(1).   Mendampingi pimpinan umum dalam menjalankan setiap program kerja yang akan di jalanka.
(2).   Membuat Surat dan proposal
(3).   Menyimpan semua surat masuk dan file surat keluar.
(4).   Menulis hasil rapat
c)    Bendahara Umum
(1). Mencatat arus kas (pengeluaran dan pemasukan)
(2). Mengumpulkan laporan pembelian dari setiap devisi.
(3). Menganalisis tiap laporan
d)    Divisi Penerbitan
(1). Pengaktifan Mading
(2). Pembakuan bentuk fisik bulletin Eg@liter
(3). Penerbitan Buletin Eg@liter
(4). Penerbitan majalah Ro’yuna
(5). Rapat Evaluasi tiap kali penerbitan
(6). Penerbitan Buku Antologi Cerpen
(7). Pengaktifan Media On Line
e)    Divisi Litbang dan pengkaderan
(1). Litbang:
(a). Diskusi Bulanan
(b). Bedah Buku
(c). Bedah Film
(d). Diskusi pengembangan kompetensi
(e). Diskusi Publik
(2). Pengkaderan:
(a). Ro’yuna goes to school
(b). Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar
     (c). Dies Natalis LPM Ro’yuna
f)    Divisi Rumah Tangga
(1). Pembelian perlengkapan dan peralatan :
(a). Korden                   
(b). Keset                
(c). Papan struktur organisasi
(d). Mading sekret
(2). Pembenahan dan sekretariat LPM Ro’yuna
(3). Pengarsipan
(a). Pembelian box file
(4). Pengadaan buku
(5). Yasinan
(6). Keakraban
(7). Dokumentasi foto kegiatan
(8). Pembuatan kartu pers
(9). Pendataan
(a). Anggota Ro’yuna
(b). Inventaris Ro’yuna
g)    Divisi perusahaan
(1). Pengadaan
    (a). Komputer
(b). Printer A3
(c). Pembuatan baju
(d). Jasa rental dan servis komputer
(e). Pendistribusian buku /majalah/buletin
c)    Palang Merah Indonesia (PMI)
Rancangan Job Discription KSR-PMI Unit IAIN Mataram 2009/2010
1.    Ketua Umum
Tugas umum : Merancang, mengelola dan mempertanggung jawabkan seluruh kegiatan organisasi.
Tugas khusus :
a.    Mempertanggung jawabkan seluruh kegitan organisasi yng dikoordinir oleh ketua I, Ketua II, dan Bendahara Umum.
b.    Mempertanggung jawabkan seluruh kegiatan organisasi pada seluruh anggota,  instansi, dan pihak-pihak terkait.
c.    Mengadakan konsultasi dan konsolidasi dengan pembina, PMI Kota Mataram, dan PMI Daerah NTB.
d.    Mengelola Program Kerja KSR-PMI Unit IAIN Mataram
e.    Memberi motivasi dan bimbingan kepada Pengurus dan seluruh Anggota.
f.    Menyatukan Visi dan Misi pada periode kepengurusannya.
g.    Menjalin hubungan Kerjasama dengan Pihak Luar.
2.    Ketua I
Tugas Umum : Merancang, Mengkoordinasikan dan Mempertanggung jawabkan seluruh kegiatan Bidang I yaitu bidang Pendidikan dan Latihan serta Penelitian dan Pengembangan Orgnisasi.
Tugas Khusus :
a.    Bertanggung jawab dan Mempertanggung jawabkan seluruh kegaaiatan yang   dilaksanakan oleh Bidang I.
b.    Mengambil kebijakan yang berkaitan dengan Bidang Pendidikan  dan Latihan serta Bidang Penelitian dan Pengembangan.
c.    Memberikan motivasi kepada bidang-bidang dan devisi-devisi di bawah koordinasinya.
d.    Mendampingi rapat dan pembentukan Panitia.
e.    Membantu ketua umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian.
3.    Ketua II
Tugas Umum : merancang, Mengkoordinasikan dan Mempertanggung jawabkan seluruah kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang II yaitu  bidang pengabdian masyarakat dan rumah tangga.
Tugas Khusus :
a.    Bertanggung jawab dan Mempertanggung jawabkan seluruh kegiatan  yang  dilaksanakan oleh Bidang II.
b.    Mengambil kebijakan dalam merealisasikan hubungan KSR-PMI Unit IAIN Mataram dengan pihak luar, baik PMI maupun instansi yang terkait lainnya, serta unit Kegiatan Mahasiswa yang ada dilingkungan IAIN Mataram.
c.    Mengambil kebijakan yang berkaitan dengan Program Kerja bidang Pengabdian Masyarakat dan Rumah Tangga.
d.    Memberikan Motivasi dan pengarahan kepada Bidang II, Divisi-divisi yang berada di bawah koordinasinya.
e.    Mendampingi Rapat dan pembentukan Panitia.
4.    Sekretaris Umum
Tugas Umum : Melaksanakan dan Mempertanggung-jawabkan seluruh Administrsi Organisasi
Tugas Khusus
a.    Membuat konsep surat yang dibutuhkan baik keluar dan kedalam organisasi.
b.    Menandatangai surat keluar dan kedalam bersama Ketua Umum.
c.    Mengagendakan dan mempersiapkan surat masuk dan surat keluar.
d.    Menghimpun Laporan kegiatan untuk disampaikan kepada Pihak IAIN Mataram, PMI Kota, PMI Daerah NTB dan PMI Pusat.
e.    Menghimpun semua laporan dari masing-masing Bidang secara berkala (Triwulan, Semester dan Tahunan).
f.    Mendampingi Ketua Umum dalam setiap kegiatan, serta membuat catatan yang dibutuhkan.
g.    Mempersiapkan Rapat-rapat atau pertemuan antar Pengurus dan Anggota.
h.    Mempertanggung-jawabkan segala bentuk Administrasi Organisasi.
i.    Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas.
5.    Sekretaris I
Tugas Umum :  Melaksanakan dan mempertanggung-jawabkan Administrasi Bidang I.
Tugas Khusus :
a.    Mendampingi Ketua I serta merekam atau mencatat hasil kegiatan dalam buku kegiatan.
b.    Mengonsep Surat yang dibutuhkan untuk Bidang I
c.    Menghimpun arsip-arsip  yang berhubungan dengan Bidang I.
d.    Melaporkan hasil kegiatan bidang I kepada Sekretaris Umum secara berkala (triwulan, semester dan tahunan).
e.    Membuat Notulen Rapat yang diadakan oleh Bidang I.
f.    Mempersiapkan rapat-rapat dan pertemuan untuk Bidang I.
g.    Melaksanakan kegiatan lain yang diberikan oleh Ketua Umum dan atau Ketua I.
6.    Sekretaris II
Tugas Umum :  Melaksanakan dan mempertanggung-jawabkan administrasi Bidang II.
Tugas Khusus :
a.    Mendampingi Ketua II serta membukukan hasil kegiatan Bidang II.
b.    Mengonsep Surat yang dibutuhkan untuk Bidang I
c.    Menghimpun arsip-arsip  yang berhubungan dengan Bidang II.
d.    Melaporkan hasil kegiatan bidang II kepada Sekretaris Umum secara berkala (triwulan, semester dan tahunan).
e.    Membuat Notulen Rapat yang diadakan oleh Bidang II.
f.    Mempersiapkan rapat-rapat dan pertemuan untuk Bidang II.
g.    Melaksanakan kegiatan lain yang diberikan oleh Ketua Umum dan atau Ketua II.
7.    Bendahara Umum
Tugas Umum : Mengelola dan mempertanggung-jawabkan kegiatan Keuangan Organisasi.
Tugas Khusus :
a.    Memegang Rekening Keuangan Organisasi.
b.    Menandatangani kwitansi untuk penerimaan dan pengeluaran Keuangan Organisasi atas sepengetahuan Ketua Umum.
c.    Melaksanakan tugas-tugas lain yang dibebankan oleh Pengurus.
d.     Mengaktifkan dan mengkoordinir iuran nggota
8.    Bidang-bidang
a.    Pendidikan dan Latihan
Tugas Umum :Merancang dan mempertanggung jawabkan kegiatan Pendidikan dan Latihan
Tugas  Khusus
1.    Membagi tugas-tugas pendidikan kepada masing-masing anggota Bidang serta melaporkan kepada Ketua Umum melalui Ketua I.
2.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan Pendidikan dan Latihan Dasar bagi anggota.
3.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan Pelantikan dan Pengukuhan Anggota Baru.
4.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan Latihan Rutin untuk Anggota.
5.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan Pendidikan Latihan Lanjutan.
6.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan Diklat Spesialisasi dan Diklat non Spesialisasi.
7.    Mengumpulkan Diktat Materi dari masing-masing Divisi.
b.    Penelitian dan Pengembangan.
Tugas Umum : Merancang dan mempertanggung jawabkan  Penelitian dan Pengembangan.
Tugas Khusus :
1.    Merencanakan kegiatan Penelitian dan Pengembangan KSR-PMI Unit IAIN Mataram.
2.    Mengadakan Evaluasi secara umum untuk seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh KSR-PMI Unit IAIN Mataram .
3.    Melaporkan kegiatan penelitian dan pengembangan kepada Ketua Umum melalui ketua I secara berkala (triwulan, semester dan tahunan).
c.    Pengabdian Masyarakat.
Tugas Umum : Mengelola dan mempertanggung jawabkan kegiatan bidang Pengabdian Masyarakat.
Tugas Khusus :
1.    Merencanakan dan mempertanggung jawabkan  kegiatan Pengabdian masyarakat.
2.    Mengelola dan melaporkan kegiatan Bidang Pengabdian Masyarakat  kepada Ketua Umum melalui Ketua II secara berkala (triwulan, semester dn tahunan).
3.    Mengelola dan mempertanggung jawabkan pengadaan obat dan pengaturan serta penggunaan obat.
4.    Mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan organisasi untuk pengembangan program kegiatan dalam bidang Pengabdian Masyarkat.
5.    Mencari Relasi dan membangun kerjasama demi tercapainya program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat.
d.    Rumah Tangga.
Tugas Umum : Mengelola dan mempertanggung jawabkan bidang Rumah Tangga.
Tugas Khusus
1.    Merencanakan dan menginventarisir pengadan barang.
2.    Mengolah dan mempertanggung jawabkan penggunaan inventaris.
3.    Melaporkan kegiatan Bidang Rumah Tangga kepada Ketua Umum melalui Ketua II secara berkala (triwulan, semester dan tahunan).
d)    PRAMUKA
Program kerja Dewan racana khalid bin walid – siti khadijah gdkm 80 – 81 pangkalan iain mataram Masa bhakti 2009/2010 yang terdiri dari beberapa bidang yaitu :
a)    Bidang Pendidikan & Pengkaderan
(1). UP Grading
(2). Morsitara
(3). Pelantikan AB
(4). KMD
(5). Musdega
(6). Latihan Rutinitas
b)    Bidang Pengembangan Minat & Bakat
(1). Camping Tour
(2). Taksi
(3). Tekpram
(4). Kesenian
(a). Tilawah
(b). Qasidah
(c). Tari
c)    Bidang Abdi Masyarakat
(1). PHBI
(2). Pertiprada
(3). Safari Ramadhan
(4). Pramuka Peduli
d)    Bidang Rumah Tangga
(1). Benah Racana
(2). Galang Dana
(3). Kerohanian
(4). Diesnatalis
(5). Evaluasi DR
(a). Evaluasi I
(b). Evaluasi II
(c). Evaluasi III
(6). Penekanan Administrasi
e)    Resimen Mahasiswa (MENWA)
Program Kerja Resimen Mahasiswa (MENWA) IAIN Mataram 2009-2010 yaitu :
a)    Kegiatan Tetap
(1). Musmensat
(2). Pradiksar
(3). Dikasar
b)    Kegiatan Tambahan
(1). Olah Raga Bersama
(2). Sekolah Staf
(3). Bakti Sosial
c)    Kesekretariatan
(1). Pembenahan Administrasi Dan Raker
(2). Pembenahan Administrasi
(3). Raker
(4). Rapat Koordinasi
(5). ATK
(6). Kaporlap
f)    Badan Kegiatan Seni Mahasiswa (BKSM)
Program Kerja Bksm IAIN Mataram 2009-2010 yaitu :
a)    Hajatan VII
b)    Pameran lukisan dan kaigrafi
c)    Vokal in campus islami
d)    Orasi VIII
e)    Pentas seni
f)    Work shop musik dan teater
g)    Teater keliling
h)    Sarasma

g)    Koperasi Mahasiswa (KOPMA)
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada anggota, maka pengurus KOPMA IAIN Mataram menyusun program kerja dan Rencana Anggran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) tahun 2008-2009.
a)    Program Kerja Tahunan
(1). Menata dan meningkatkan pengelolaan administrasi koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(2)    Melengkapi sarana dan prasarana administrasi sesuai dengan kemampuan koperasi.
(3)    Memberi kartu anggota kepada anggota yang telah memenuhi syarat.
(4)    Menekankan kepada anggota untuk melaksanakan kewajibannya.
(5)    Menyusun dan mengirim laporan bulanan kepada pihak terkait.
(6)     Menyempurnakan administrasi keuangan berupa catatan dan kwitansi.
(7)    Menyiapkan nota-nota, nota bon atau nota utang piutang.
(8)    Mengupayakan adanya pemeriksaan oleh pihak terkait setiap tiga bulan sekali.
b)    Bidang Usaha
(1). Peningkatan modal sendiri dengan cara mengaktifkan simpanan wajib, simpanan sukarela, dan pengadaan kredit kepada pihak terkait.
(2).  Menambah unit usaha sesuai dengan kebutuhan anggota, mahasiswa dan masyarakat.
(3).  Mengupayakan keaktifan pengurus terutama yang ada di bidang usaha.
(4).   Menata pembukuan koperasi sebagai pertanggung jawaban.
(5).   Konsolodasi dengan semua pengurus sesuai dengan skema kepengurusan.
(6).   Meningkatkan pelayanan dalam menyediakan barang dan jasa kepada anggota atau non anggota.
c)    Bidang Psda
(1).  Mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggota.
(2)    Mengembangkan serta menyalurkan bakat dan kreatifitas anggota.
d)    Bidang Administrasi Umum
(1). Pengadaan proposal dan surat menyurat.
(2). Menjaga dan memelihara dokumen-dokumen  koperasi.
(3). Penataan ruangan koperasi
e)    Lain-lain.
(1). Sistem pengelolaan dengan manajerial.
(2).Meningkatkan manfaat dan kontribusi terhadap semua mahasiswa IAIN mataram terutama pengurus, anggota dan karyawan.
(3). Sistem akuntansi terpadu.
(4)    Menjalin kerjasama dengan semua pihak terkait.
2)    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Diantara organisasi intra kampus mahasiswa ditingkat Fakultas yaitu:
a)    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF)
    (1). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah
    Bentuk program kerja BEM Fakultas Tarbiyah yaitu:
(a). Konsulidasi dengan Pengurus BEM
(b). Pelatihan Managemen Kepemimpinan
(c). Study Banding
(d).Yasinan Akhir Tahun
(e). Seminar UU Guru dan Dosen
(f). Pelatihan Advokasi
(g). Diskusi Penajaman isu kampus
(h). Lomba Tilawatil Qur’an, Pidato Bahasa Arab dan Inggeris
(i). Porsenimas
(j). Pelatihan Jurnalistik
(k). Buletin “SUARA MAHASISWA”
(l). Pelatihan Internet
(m). Seminar Jilbab dan Kanker Payudara
(n). Pelatihan PKK
    (2). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah
        (a). Pelatiha Jurnalistik
        (b). Pelatihan Advokasi
        (c). Seminar Politikdan Hukum
        (d). Pelatihan Nari
        (e). Safari Ramadhan
        (f). Pelatihan MC
        (g). Pembentukan DPD Formasi NTB
        (h). Dialog tata ruang Kota Mataram
        (i). Dialog kebangsaan
        (j). Lomba Qira ’atul kutub
        (k), Regional metting Mahasiswa Syari’ah se-NTB
    (3). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah
    Diantara bentuk program kerja BEM Fakultas Dakwah yaitu:
(a). Penelitian keadaan Fakultas Dakwah dan penelitian pengembangan masyarakat.
(b). Seminar Advokasi terhadap keadaan mahasiswa di Fakultas Dakwah
(c). Sosialisasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi ke masyarakat
(d).  Kemah Bakti Sosial
(e).  Safari Ramadhan + buka puasa bersama
(f).   Pelatihan Jurnalistik
(g). Pekan Olahraga Dan Seni Mahasiswa (PORSENIMAS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(h).  Seminar Regional ( Skala NTB)
(i).  Seminar Nasional BEM Fakultas Dakwah se- Indonesia
(j).  Seminar Genjer
(k).  Pelatihan Kepemimpinan
(l).  Memperingati Harlah FDK
(m). Lomba Penulisan Kerya Ilmiyah

    (4). Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
    Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan salah satu organisasi mahasiswa intra kampus yang berada di bawah masing-masing Fakultas baik di Fakultas Tarbiyah, Syari’ah dan Dakwah. Akan tetapi, dalam hal ini peneliti tidak menjelaskan bentuk kegiatan atau program kerjanya, mengingat jumlah HMJ dimasing-masing Fakultas cukup banyak, oleh sebab itu peneliti hanya menjelaskan bentuk program kerja BEM dan UKM dilingkungan IAIN Mataram.  



2.    Prestasi Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya
a.    Pengertian  prestasi belajar
Kata "prestasi" bukanlah kata yang asing di telinga kita. Dalam berbagai bidang kata ini banyak digunakan. Misalnya, dalam bidang kesenian, olah raga, pendidikan dan pengajaran dan lain sebagainya. Kata prestasi pada hakekatnya tidak hanya sebatas kemampuan seseorang dalam mengumpulkan simbol-simbol yang berupa hurup atau standar angka namun lebih dari itu. Prestasi juga merupakan kemampuan seseorang melakukan perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik setelah melalui proses belajar mengajar.
Prestasi belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Prestasi itu dapat berupa huruf atau standar angka. Interpretasi nilai atau skor akan dapat diketahui kedudukan siswa dibandingkan dengan kreteria yang telah ditentukan. 
 
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni "prestasi" dan "belajar". Antara kata "prestasi" dan "belajar" mempunyai arti yang berbeda.   
Pius .A. Partanto dan M. Dahlan Al Barry berpendapat bahwa, "Prestasi adalah hasil yang telah dicapai".  Sedangakan menurut Hamzah Samsuri, "Prestasi adalah hasil yang dicapai melebihi ketentuan".  sementara menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa ”Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang di peroleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam bidang tertentu".
Sedangkan menurut ahli lain, ”Prestasi adalah hasil belajar penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang di kembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru".
Dari sekian banyak definisi "prestasi" yang dikemukakan oleh para ahli di atas secara tekstual nampak jelas perbedaan kata-kata tertentu yang digunakan sebagai penekanan, namun pada intinya sama, yaitu hasil dari suatu aktifitas yang telah dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan, prestasi adalah buah dari suatu proses aktivitas tertentu yang diciptakan secara sengaja untuk melihat perkembangan yang terjadi pada diri individu tertentu.
Dengan melihat definisi "prestasi" di atas maka dapat kita ketahui bahwa prestasi seseorang erat kaitannya dengan kegiatan atau aktivitas tertentu karena tanpa ada kegiatan tidak mungkin ada prestasi. Hal senada sebagaimana dikemukakan oleh Kartawidjaja, "Prestasi tidak akan pernah ada selama seseorang tidak melakukan suatu kegiatan." 
Sedangakan aliran baru menyebutkan bahwa "belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku akibat latihan dan pengalaman".  Senapas dengan itu, juga diungkapkan oleh beberapa para ahli yaitu sebagai berikut:
Belajar ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Klien, sebagaimana dikutif oleh Conny R. Semiawan, ”Belajar adalah proses eksperiensial (pengalaman) yang menghasilkan prilaku yang relatif permanen dan yang tidak dapat dijelaskan dengan keadaan sementara kedewasaan, atau tendensi alamiah" . Sedangkan menurut Slameto, "Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya”.
Dari sekian banyak pengertian "belajar" yang dikemukakan para ahli di atas terlihat secara jelas perbedaanya secara tekstual namun, pada intinya mereka sama-sama menekankan perubahan tingkah laku sebagai harapan akhir dari proses aktivitas belajar yang telah dilakukan. Di samping itu Djamarah secara tegas mengatakan "Bila tidak terjadi perubahan dalam diri individu, maka belajar dikatakan tidak berhasil”.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan belajar adalah sebuah rangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku (psikomotorik) sebagai hasil dari pengalaman individu dalam intraksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
Perubahan yang terjadi pada diri individu banyak sekali baik sifat maupun jenisnya, oleh sebab itu tidak semua perubahan yang terjadi pada diri setiap individu dapat dikategorikan dalam arti belajar, kalau tangan seorang anak bengkok karena ditabrak mobil dalam sebuah kecelakaan tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan dalam arti belajar. Demikian juga perubahan tingkah laku seseorang karena mabuk.
Perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh minuman keras atau ganja atau karena dihipnotis, misalnya tidak dapat digolongkan ke dalam hasil belajar. Perubahan tingkah laku atau kemampuan ini tidak dapat dianggap sebagai hasil belajar karena diperolehnya tidak melalui suatu latihan .

Di samping itu, perubahan yang terjadi dalam aspek-aspek kematangan, pertumbuhan dan perkembangan tidak termasuk perubahan dalam pengertian belajar.
Belajar adalah perubahan prilaku yang relative permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomonikasikannya kepada orang lain.

 Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami mengenai makna "Prestasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan/keterampilan yang dinyatakan sesudah hasil penilaian". 
b.    Fakor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Prestasi adalah salah satu standar yang selalu dijadikan barometer berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar. Oleh sebab itu, prestasi yang tinggi selalu menjadi dambaan setiap orang. Terkait dengan hal itu maka perlu diupayakan berbagai faktor yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar agar mengarah pada pembentukan prestasi belajar yang tinggi sesuai harapan.
Keberhasilan seorang anak dalam belajar, merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang siswa dan orang tua. Orang tua merasa bangga dan senang hati melihat prestasi yang dicapai anaknya memuaskan. Namun sebaliknya, siswa dan orang tua akan kecewa dan sedih apabila prestasi yang dicapai anaknya rendah atau tidak memuaskan, kenyataan yang diterima oleh anak tersebut akan mempengaruhi pola pikir orang tua cendrung menyalahkan salah satu pihak. Orang tua beranggapan gurulah yang salah, gurupun demikian anaklah yang salah, anakpun tidak mau tinggal diam ia akan beraggapan gurulah yang salah.
Sikap saling menyalahkan tersebut terus berputar dan membentuk mata rantai yang tidak baik bagi kelansungan pendidikan anak disebuah lembaga pendidikan. Sikap menyalahkan satu pihak ketika anak gagal meraih prestasi yang menggembirakan, tidak dapat dibenarkan karena, dari beberapa hasil penelitian para ahli menunjukan bahwa kegagalan seorang anak dalam belajarnya disebabkan oleh banyak faktor. Sebagimana di kemukakan conny R Semiawan bahwa:
Prestasi belajar, kita ketahui bersama, bukan saja dipengaruhi oleh kemampuan intelektual yang bersifat kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor nonkognitif seperti emosi, motivasi, kpribadian serta berbagai pengaruh lingkungan

Terdapat banyak perbedaan dikalangan para ahli ketika mengemukakan berbagai jenis Fakor yang mempengaruhi prestasi belajar namun, pada hakekatnya perbedaan tersebut dapat digolongkan menjadi dua sebagaimana dikemukakan oleh Slameto "Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak  jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
1.    Faktor Intern
faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu atau sering disebut faktor endegon. Menurut Slameto "Faktor ini dapat digolongkan menjadi tiga faktor, yaitu: faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan
a.    Faktor Jasmaniah
1.    Faktor kesehatan
Pada badan yang sehat terdapat akal yang sehat dalam bahasa lain Aristoteles mengatakan "men sana in copore sano".
Untuk menghasilakan prestasi belajar yang maksimal, maka seseorang dituntut untuk harus tetap dalam keadaan sehat jasmani. Kesehatan jasmani hanya akan tetap terjaga bilamana seseorang berada dalam keadaan yang sehat atau segar bugar. Faktor-faktor jasmani ini sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Misalnya kekurangan zat-zat yang dibutuhkan jasmani dapat mempengaruhi aktivitas belajar seperti lesu, ngantuk, lelah dan sebagainya.
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan kelainan-kelainan fungsi alat indranya serta tubuhnya. 

Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/ bebas dari penyakit. Kondisi pisik yang prima akan membawa efek positif bagi peninggkatan hasil belajar seseorang. Prestasi seseorang akan meningkat, jika kesehatan seseorang tetap terjaga sebaliknya, prestasi seseorang dalam belajar akan menurun jika kesehatan pisiknya tidak terjaga.
Agar faktor fisik tetap dalam keadaan yang prima, perlu dijaga kesehatan fisik misalnya dengan olah raga, mengkonsumsi makan-makan yang bergizi, dan istirahat yang teratur.  
2.    Faktor cacat tubuh
Cacat tubuh adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak memiliki organ tubuh secara lengkap dan normal. Keadaan semacem ini dapat memicu rendahnya hasil belajar.
Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat Bantu  agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.

Dalam system pendidikan Indonesia, anak yang cacat disebut peserta didik berkelainan. UU RI NO. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional memberikan warna lain dalam menyediakan bagi pendidikan anak berkelainan. Pada penjelasan pasal 15 tentang pendidikan khusus disebutkan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara ingklusif atau berupa satuan pendidikan khusu pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pasal ini seakan memberikan penekanan serius untuk segera merealisasikan UU sisdiknas pasal 5 ayat 1 yang berbunyi "setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu".
Pernyataan dalam undang-undang di atas menunjukan bahwa pada hakekatnya warga Negara Indonesia secara keseluruhan berhak mendapat pendidikan yang bermutu walaupun keadaan mereka normal maupun tidak. Tapi sayang realisasi dari UU tersebut tidak pernah tercapai secara maksimal sehingga persentase dari anak-anak yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikanpun semakin banyak.

b.    Faktor psikologi
Para ahli memandang factor psikologi atau jiwa memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar seseorang. Sekurang-kurangya ada tujuh factor yang tergolong ke dalam factor ini yang mempengaruhi prestasi belajar. Yaitu: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan, dan  faktor kesehatan.

1.    Intelegensi

Intelegensi adalah "kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri ke dalam situasi baru dengan cepat efektif"  sedangkan nur kancana berpendapat "intelegensi adalah kapasitas umum (general capacity) dari pada individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi yang baru atau problem yang dihadapi".
Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tidak dapat diragukan lagi, sangat menentukan tingkat keberhasialan belajar siswa. Ini bermakna bahwa semakin tinggi kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin tinggi peluang untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi siswa, maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses.

Dari pemaparan di atas dapat kita ketahui bahwa intelegensi mempunyai pengaruh terhadap kemajuan belajar, dengan catatan siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang baik akan berhasil dengan baik dalam belajar jika ia belajar dengan baik.

2.    Perhatian
Tingkat keseriusan seorang siswa dalam memberikan perhatiannya terhadap materi yang dipelajari akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat prestasi seseorang. Slameto mengatakan "untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar". Dengan demikian, perhatian sangat dibutuhkan oleh siswa dalam mempelajari setiap bahan yang sedang dipelajarinya.
3.    Minat
Minat tidak dapat disamakan dengan perhatian karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti oleh perasaan senang. Sedangkan minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap perkembangan prestasi belajar, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya. Karena itu minat perlu dibangkitkan.
4.    Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk melakukan menurut bidangnya, kemampuan tersebut akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata setelah melakukan latihan. Seorang yang memiliki bakat pada mata pelajaran matematika (menghitung) akan lebih cepat bekerja ketimbang orang yang tidak memiliki bakat pada bidang itu (matematika).
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, bakat juga mempengaruhi tingkat perkembangan prestasi seseorang dalam belajar.
5.    Motif
Motif adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, untuk mendapatkan prestasi yang tinggi seorang siswa perlu berbuat dan salah satu penyebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak/pendorong. 
6.    Kematangan
Kematangan adalah kesiapan seseorang untuk melakukan sesuatu setelah melalui fase pertumbuhan yang menyebabkan hadirnya beberapa kelengkapan dalam diri seseorang secara fisik dan psikis. "Proses kematangan tersebut ditandai oleh kematangan potensi-potensi fisik maupun psikis seseorang. Jadi, kematangan mempengaruhi kualitas hasil usaha belajar anak".
7.    Kesiapan
Kesiapan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan, kesiapan ini perlu diperhatiakan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.

c.  Faktor kelelahan

Kelelahan pada seseorang pada hakekatnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: kelelahan jasmani dan rohani. Kelelahan jasmani terjadi karena akibat kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian –bagian tertentu.
Kelelahan jasmani ditandai dengan  lemah lunglainya tubuh (tidak bertenaga) sehingga timbul kecendrungan tubuh untuk berbaring (istirhat) sedangkan, kelelahan rohani ditandai dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang, kelelahan ini terjadi sebagai akibat dari banyaknya persoalan yang harus dipikirkan sehingga kepala sering terasa pusing-pusing dan sulit kosentrasi jadi, kedua kelelahan ini dapat mempengaruhi rendahnya prestasi belajar.      
2.  Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang datang dari luar individu.
Syah mengatakan bahwa faktor eksternal terdiri  dari dua faktor yaitu faktor lingkungan sosial yang terdiri dari lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga.”  Kemudian faktor yang kedua yaitu,faktor non sosial yang terdiri dari : gedung sekolah, tempat tinggal, alat belajar dan waktu belajar yang digunakan siswa.
1)    Faktor lingkungan sosial
Lingkungan sosial merupakan suatu lingkungan yang mendukung prestasi belajar siswa, baik ketika bersama orang tua, teman, maupun guru di sekolah.
a)    Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh masyarakat atau negara untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang sudah tidak mampu lagi memberi bekal persiapan hidup bagi anak-anaknya.
Sekolah sebagai institut resmi di bawah kelolaan pemerintah, menyelenggarakan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, sistematis oleh para pendidik profesional dengan program yang ditentukan dan dituangkan ke dalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu”.
 Jadi, lingkungan sekolah merupakan suatu lingkungan pendidikan formal yang bertujuan mendidik para siswa-siswi agar menjadi anak yang mandiri dan  berprestasi.
b)    Lingkungan Masyarakat
Masyarakat yaitu sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan yang saling berinteraksi sesamanya untuk mencapai tujuan.  Masyarakat juga disebut sebagai lembaga pendidikan non formal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan terencana kepada seluruh anggotanya tetapi tidak sistematis.
Menurut Slameto Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh ini terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Faktor masyarakat ini berupa kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

Jadi, lingkungan masyarakat merupakan pendidikan non formal secara fungsional menerima anggotanya yang berbeda-beda (plural) dan memberikan pendidikan menjadi anggota yang baik untuk mencapai kesejahteraan mental dan spiritual sehingga berdampak pada proses belajar siswa di sekolah serta meningkatkan prestasi yang dicapai.
c)    Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidik yang pertama bagi seorang anak untuk menghadapi pendidikan selanjutnya sehingga prestasi seorang anak dapat dilihat ketika ia baru menerima pendidikan awal dari lingkungan keluarga.
Menurut Djamarah menunjukan bahwa prestasi belajar anak dan meningkat apabila para orang tua peduli terhadap anak-anak mereka.
2)    Faktor Lingkungan Non Sosial
Lingkungan non sosial merupakan suatu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang terbentuk dalam suatu keadaan pendukung seperti: gedung sekolah, tempat tinggal, alat belajar dan waktu belajar.
a)    Gedung sekolah
Gedung sekolah adalah salah satu faktor pendukung dalam proses belajar mengajar sehingga akan berjalan dengan efektif. Apabila gedung sekolah tidak memadai, maka konsentrasi siswa pada mata pelajaran tidak akan terfokus sehingga akan berdampak pada prestasi belajar siswa.
b)    Tempat Tinggal
Tempat tinggal yang merupakan lembaga pendidikan pertama tentunya akan sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Biasanya anak yang berasal dari keluarga miskin, kurang mampu dan bertempat tinggal yang sempit akan berbeda dengan anak yang berkeluarga kaya. Anak pejabat dan tinggal di rumah gadongan, sebagian mereka cenderung agak kala dalam pergaulan karena pengaruh asal yakni tempat tinggal ataupun kesalahan pendidikan dalam keluarga.
c)    Alat belajar
Alat atau media diartikan sebagai suatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar.  Alat belajar erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat belajar yang dipakai oleh guru pada waktu belajar seperti buku paket, papan tulis, gambar dan sebagainya.
Jadi alat belajar atau media pengajaran memberikan bantuan sangat besar kepada siswa dalam proses belajar mengajar yang nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
d)    Metode mengajar
Metode mengajar merupakan suatu cara yang mempergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Metode mengajar dapat mendukung keberhasilan dalam mencapai hasil belajar. Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya terpaku dengan menggunakan satu metode tapi harus menggunakan metode yang bervariasi agar jalan pengajaran tidak membosankan, tapi menarik perhatian siswa.
e)    Waktu belajar
Mengenai waktu yang disenangi untuk belajar (study time preperence) seperti pagi, siang dan sore hari. Menurut J. Bingers dalam Syah berpendapat bahwa pada pagi hari lebih efektif daripada waktu-waktu yang lain.  Jadi waktu yang efektif untuk belajar tidak bisa ditentukan pagi, siang atau sore tetapi tergantung dari kesiapan seorang siswa menerima pelajaran.

B.    Kerangka Pikir
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram meruakan sebuah lembaga institusi perguruan tinggi yang menyediakan kepada mahasiswa sebuah wadah tempat menyalurkan bakat mahasiswa dengan berbagai kegiatan-kgiatan ekstrakurikuler yaitu organisasi intra kmpus.
Bila kita amati lebih lanjut dunia kampus, ternyata mahasiswa dihadapkan oleh dua pilihan, yakni pertama sosok mahasiswa yang apatis terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan dan kedua adalah sosok mahasiswa aktif di organisasi kemahasiswaan atau organisasi intra kampus.
Organisasi tersebut berbentuk Badan Eksekutif mahasiswa (BEM), Unit-unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Oleh sebab itu tergantung mahasiswa sendiri mau memilih dan menyikapinya tapi biasanya disesuaikan dengan latar belakang, minat dan bakat masing-masing. Di samping itu masing-masing organisasi tersebut mempunyai kegiatan yang berbeda-beda dan dasar organisasi yang berlainan pula.
Walaupun pada kenyataannya memang tidak semua mahasiswa mau menjadi aktivis dan mempunyai kepedulian terhadap perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar kampus, tapi gerakan aktivis yang peduli sudah mampu mewarnai dinamika kehidupan mahasiswa di kampus. Cukup banyak kontribusi mahasiswa, melalui organisasi kemahasiswaannya, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai disiplin ilmunya masing-masing atau menjadi motivator, mediator dan akselerator dalam menyikapi perubahan dan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat. Baik itu menyangkut masalah sosial, ekonomi maupun politik.
Di samping itu tidak sedikit mahasiswa aktivis organisasi yang relatif lebih kritis, analitis dari pada mahasiswa fasif. Hal ini bisa jadi dipengaruhi tingginya intensitas kegiatan yang mengarah kepada pengembangan intelektual dan kretivitas yang mereka geluti di luar kurikuler atau waktu kuliah formal. Karena itu mereka menjadi lebih terlatih dalam berbicara, menulis, dan meluangkan waktunya untuk belajar. Jadi bagi mereka, organisasi adalah "kampus kedua” yang dapat menunjang belajar tersendiri.
Sebaliknya bagi mahasiswa yang apatis terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan tentu saja merupakan sosok mahasiswa yang hanya memikirkan aktifitas perkuliahannya saja. Segala sesuatunya selalu diukur dengan pencapaian kredit mata kuliah dan indeks prestasi yang tinggi serta berupaya menyelesaikan kuliah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Namun biasanya sosok mahasiswa seperti ini, justru akan mengalami kelemahan dan masalah dalam hal sosialisasi diri dengan lingkungannya, sesama mahasiswa dan masyarakat. Yang dampak negatifnya bisa saja dirasakan ketika sudah menjadi sarjana dan siap terjun ke masyarakat memasuki ‘dunia kerja’.
Jadi di sini penulis menegaskan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa menjadi penting karena manfaatannya justru akan kembali  kepada mahasiswa itu sendiri. Kenyataan juga membuktikan, betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu, dan dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan. Selain itu yang terpenting adalah dalam melakukan kegiatan perkuliahan dan organisasi tersebut mahasiswa harus mampu membagi waktu dan dengan cermat menentukan prioritas dari kegiatan-kegiatan yang akan dijalaninya sehingga kelak lulus menjadi sarjana plus, yaitu sarjana yang tidak hanya pintar dalam keilmuannya tapi juga mampu bersosialisasi dan berorganisasi dengan baik.
Gambar I Kerangka Pikir

















C.    Hipotesis
“Hipotesis berasal dari kata hipo berarti kurang atau lemah dan tesis teori yang disajikan sebagai bukti. Jadi hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya”.   “Ahli lain berpendapat bahwa hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”.  
Dari kedua pendapat tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara atas penelitian yang dilakukan dan akan terbukti setelah diadakan penelitian.
Hipotesis adalah "Kesimpulan sementara tentang hubungan suatu variabel dengan satu atau lebih variabel lain."  Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Ho : Tidak terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa  Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi Semester V Tahun Akademik  2009/2010
Ha : Terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa  Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi Semester V Tahun Akademik  2009/2010


BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Desain dan Pendekatan Penelitian
 “Desain (rancangan) penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian itu”.  Sedangkan menurut Moh. Nazir mengatakan: "bahwa desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.  
Berdasarkan pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud desain penelitian adalah proses yang diprlukan dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian serta cara memperoleh dan menganalisa data agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif adalah "proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui".  Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai yang tercantum dalam KHS mahasiswa yang bersangkutan.
Dalam mengukur ada tidaknya pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa di IAIN Mataram, penulis menggunakan penelitian kuantitatif, untuk mencari pengaruh antara dua variabel yaitu variabel X (organisasi intra kampus) yang merupakan variabel bebas dari variabel Y (prestasi belajar) yang merupakan variabel terikat. Oleh sebab itu pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen yaitu suatu metode sistematis dan logis yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara kedua variabel tersebut, jadi adapun bentuk desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah "True Eksperimental Design" atau eksperimen yang betul-betul, "karena dalam desain penelitian ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen".  Jadi pendekatan ini termasuk penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik.  “Penelitian kuantitatif adalah data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik”.
B.    Populasi dan Teknik Sampling
1.    Populasi
“Populasi adalah seluruh subjek penelitian”. , sedangkan menurut Joko “Populasi adalah obyek penelitian sebagai sasaran untuk mendapatkan dan mengumpulkan data”.  Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah sekumpulan subjek penelitian yang tidak memiliki satu karakteristik umum yang sama.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi yang dimaksud disini adalah keseluruhan indifidu yang dimana kemudian masing-masing  memiliki sifat tertentu untuk diteliti. Jadi populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V yang mengikuti organisasi intra kampus yang terdiri dari 58 orang mahasiswa, dimana 30 orang mahasiswa sebagai eksperimen dan 28 orang mahasiswa sebagai kontrolnya. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100 yaitu 58 orang yang tersebar dari 4 (empat) kelas baik laki-laki maupun perempuan, maka yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah seluruh populasi.
2.    Sampel
“Sampel adalah bagian dari populasi”.   Sedangkan menurut Suharsimi “Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”.  Dalam penelitian ini, sesuai dengan pendapat para ahli di atas maka yang dijadikan sampel adalah mahasiswa yang mengikuti kegiatan organisasi intra kampus jurusan pendidikan IPS Ekonomi semester V.
Tujuan pengambilan sample dimaksudkan untuk memudahkan dalam meneliti dari keseluruhan popilasi yang ada yang tidak mungkin diteliti seluruhnya, sehingga diambil beberapa contoh yang dianggap bisa mewakili keseliruhan dari populasi yang ada.
Untuk memperoleh secara maksimal sampel yang representatif, peneliti menggunakan teknik Random Sampling ( Probability Sampling ) yaitu sampel yang diambil secara acak.
Adapun yang menjadi sampel penelitian yaitu seluruh mahasisiswa yang mengikuti organisasi intra kampus dari kelas A sampai kelas D pada jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V yang berjumlah 58 orang.

C.    Instrumen Penelitian
“Instrumen pengumpulan data merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”.
Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, ada beberapa instrumen yang dapat digunakan yaitu terdiri dari :
1.    Wawancara/Interview
“Wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan kepada para responden”.
“Ahli lain mengatakan wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlansung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara lansung informasi-informasi atau keterangan-keterangan.”



Dari kedua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa wawancara adalah tatap muka secara langsung untuk mengajukan beberapa pertanyaan untuk keperluan peneliti dalam proses penelitian.
Jadi adapun responden yang peneliti wawancarai adalah masing-masing ketua ketua BEM, UKM atau HMJ dan KOSMA serta pengurus yang aktif dalam organisasi tersebut. Oleh sebab itu data yang ingin diperoleh melalui wawancara adalah data tentang kegiatan atau program kerja BEM, UKM dan HMJ di lingkungan IAIN Mataram.
2.    Dokumentasi
“Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya”.   Jadi dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang :
a.    Nilai atau hasil prestasi belajar mahasiswa pada jurusan pendidikan IPS Ekonomi
b.    Data tentang jumlah dan nama-nama mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus pada jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V.
c.    Data tentang kegiatan-kegiatan organisasi intra kampus.
3.    Observasi ( Pengamatan)
“Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan  cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki”.   “Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan” .   Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara lansung yaitu ikut secara langsung dalam kegiatan organisasi intra kampus.
4.    Angket ( Kuesioner)
“Seperti halnya dengan wawancara, pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun secara kronologis dari yang umum mengarah pada khusus untuk diberikan pada responden/informan”.  “Metode kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti” .
Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa angket adalah pertanyaan yang telah disusun dan diberikan kepada responden. Jadi menurut cara memberikan respon, angket dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a.    Angket Terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaanya. Jadi jenis angket ini digunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.   
b.    Angket Tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda silang (X) pada kolom atau tempat sesuai.
Dari kedua jenis angket di atas, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pedoman angket yang bersifat tertutup, yaitu yang sudah tersedia jawabannya. Angket tersebut berupa pilihan ganda ( multiple coice) yang terdiri dari 3 (tiga) option, yaitu (a) Ya, (b) kadang-kadang, dan (c) tidak pernah.
Dengan ketentuan sebagai berikut :
a.    Jika responden menjawab (a) memperoleh skor (3)
b.    Jika responden menjawab (b) memperoleh skor (2)
c.    Jika responden menjawab (c) memperoleh skor (1)
   Jadi angket pada penelitian ini disebarkan pada seluruh sampel,  yaitu seluruh mahasiswa baik yang mengikuti organisasi intra kampus maupun tidak pada jurusan pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram yang berjumlah 58 orang, dan jumlah soal dalam angket adalah 18 soal.
D.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data-data  yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan beberapa metode yang dianggap relevan sehingga mendapatkan sejumlah informasi atau data yang akurat. Dengan demikian adapun metode-metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Wawancara/Interview
“Wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan kepada para responden”.
Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung baik dari semua ketua BEM, UKM dan ketua Himpunan Mahasiswa Jahasiswa (HMJ) serta mahasiswa yang aktif dalam organisasi khususnya organisasi intra kampus di lingkup IAIN Mataram tentang kegiatan dan program kerja masing-masing.
2.    Dokumentasi
“Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya”.
Dari pendapat di atas, dapat dipahami bahwa metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nilai atau hasil prestasi belajar mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi intra kampus yaitu dengan mengambil nilai Kartu Hasil Study (KHS) mahasiswa.
Di samping itu dokumentasi merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti buku-buku, catatan resmi seperti; Struktu organisasi, daftar nama anggota, program kerja, dan kegiatan lainnya
3.    Observasi (Pengamatan)
Observasi atau pengamatan adalah "alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang di selidiki.  jadi metode observasi adalah pengumpulan data dengan jalan mengamati dan mencatat hal-hal atau sesuatu yang diperlukan dalam penelitian dengan melibatkan alat indra.
Dalam kaitannya dengan penelitian ini, metode observasi digunakan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara lansung untuk mengetahui proses kegiatan organisasi ntra kampus di IAI.N Mataram.
4.    Angket (Kuesioner)
Sehubungan dengan penelitian ini, peneliti menggunakan angket untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan organisasi intra kampus di IAIN Mataram yaitu dengan cara menyebarkan beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan dalam satu lembar kertas, kemudian mahasisiswa memilih salah satu option yang sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang ada di lingkungan UKM dan HMJ di IAIN Mataram.
E.    Teknik Analisis Data
Analisa data merupakan bagian yang tidak bisa ditinggalkan, karena dengan analisa data inilah dapat diuji kebenaran dari hipotesis. Sebagaimana yang diketahui bahwa keberadaan suatu data dalam penelitian sangatlah vital, namun demikian data yang akan terkumpul membutuhkan suatu cara panyelesaian atau menganalisis data tersebut.
Untuk menganalisa data dalam penelitian ini digunakan analisis statistik, hal ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa. Sebelum melakukan analisis tersebut dilakukan pengujian terhadap sampelnya berupa uji homogenitas setelah itu baru dilakukan uji hipotesis.
1.    Uji homogenitas
    Tujuan uji homogenitas sampel adalah untuk menguji varians antara kedua sampel apakah homogen atau tidak. Dalam pengujian homogenitas varians digunakan uji F yaitu:
F = 
Adapun kriteria pengujian uji F yaitu:
a.    Jika F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel (Fh ≤ Ft), maka Ho diterima dan Ha ditolak berarti data tersebut homogen.
b.    Jika F hitung lebih besar dari F tabel (Fh > Ft), maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti data tidak homogen
2.    Uji hipotesis
    Analisis dengan menggunakan uji t (t-tes) ini berguna untuk menentukan ada tidaknya peningkata prestasi antara mahasiswa yang aktif organisasi (kelas eksperimen)  dengan mahasiswa yang tidak aktif di organisasi (kelas kontrol). Jadi adapun rumus yang digunakan untuk menuji hipotesis dalam penelitian ini adalah rumus t (t-tes) yaitu Polled Varians :
 
Keterangan:
          = rata-rata sampel 1 di cari dengan rumus  = 
         = rata-rata sampel 2 dicari dengan rumus  =  
          = jumlah sampel 1
          = jumlah sampel 2
         = varians sampel 1 dicari dengan rumus 
         = varians sampel 2 dicari dengan rumus  

 






BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Validasi Instrumen
Suharsimi Arikunto mengatakan “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahehan sesuatu instrument. Suatu instrument yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah”.  Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur   apa yang diinginkan, jika data yang dihasilkan dari sebuah instrument valid, maka dapat dikatakan instrument itu valid, Karena dapat memberikan gambaran tentang data secara benar sesuai dengan keadaan dan realita yang sesungguhnya. Salah satu instrumen atau alat ukur yang dijadikan indikator untuk melihat perngaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus adalah nilai IPK hasil semester ganjil tahun akademik 2009/2010 yang terdapat dalam KHS masing-masing mahasiswa.
Jadi dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (pengaruh organisasi intra kampus) dan variabel terikat (prestasi belajar). Instrument pada penelitian ini yang akan diuji cobakan adalah berupa angket organisasi intra kampus. Instrumen dikatakan baik jika memiliki validitas dan reliabilitas. Oleh sebab itu berdasarkan hasil uji coba angket dan perhitungan validitas serta reliabilitasitem pernyataan (lampiran..), dimana diperoleh semua item tersebut valid dan dapat digunakan untuk mencari data.
1.    Validitas
Langkah-langkah dalam mencari validitas tiap item soalyaitu:
a.    Menentukan nilai validitas item soal dengan menggunakan rumus korelasi product moment. 
Nomor item 1 :
N = 68            ∑X = 144        ∑X2 = 380
∑Y = 2140            ∑Y2 =     81662        ∑XY =  6094
Dari data tersebut di atas dapat dihasilkan nilai validitas nomor 1 adalah :



= 3,2577

b.    Mengkonsultasikan harga korelasi yang diperoleh dengan r tabel product moment.
Dari perhitungan ini dapat diketahui bahwa nilai rxy > r tabel               (3,2577> 0,0072), sehingga di simpulkan bahwa butir soal nomor satu adalah valid. Dengan cara yang sama, dapat diketahui valid atau tidaknya soal nomor 2, 3, 4 sampai dengan nomor 18. hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran ....
2.    Realibilitas
Uji coba realibilitas dilakukan pada 18 soal yang valid diperoleh nilai r11 (r-hitung) sebesar 1,989 dan harga r tabel untuk taraf signifikan 5% sebesar 0,0072, oleh karena itu r-hitung lebih besar dari pada r-tabel (1,989 > 0,0072), maka instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi untuk selengkapnya dapat dilihat perhitunagan sebagai berikut.
Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Spearman Brown, atau Rumus KR 21.  yaitu :

Dimana :
k = 18
M = Mean skor total
S2  = Varians total
Nilai M dapat diperoleh melalui : M =  = =36,89
Nilai S2 dapat diperoleh  :   S2  = 2555,72
      =   = 1,989


B.    Pengumpulan dan Penyajian Data
Penelitian ini dilaksanakan di IAIN Mataram tepatnya dilingkungan BEM, UKM dan HMJ dilaksanakan pada hari kamis tanggal 03 November sampai dengan tanggal 29 November 2010. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode interview, dokumentasi, dan observasi. Dengan demikian data yang akan disajikan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari ketiga metode di atas.
  Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sample dari sebagian mahasiswa yang tersebar di empat kelas yaitu kelas A sampai kelas D yang kesemuanya berjumlah 58 orang, dimana 30 orang mahasiswa dijadikan sebagai eksperimen dan 28 orang mahasiswa lainnya dijadikan sebagai kontrolnya. Adapun data nama-nama mahasiswa, yang penulis ambil setelah  melakukan interview atau wawancara yaitu dapat dilihat  pada tabel berikut
Tabel I
Nama Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V  kelas A sampai D Tahun Akademik 2009/2010. 

N0    Nama    Jenis kelamin    N0    Nama    Jenis kelamin
1.    Syarifudin     L    33    Sukarmi    P
2.    Zahratul Khaerani    P    34    Samratul Aini    P
3.    Ida Fitriani     P    35    Hadijah    P
4.    Hamzan Zakur    L    36    Dedy Hasrin    L
5.    Zaenuri    L    37    Usniah    P
6.    Paeniati    P    38    Sopian Hadi    L
7.    Muslihan     L    39    Zaetun    P
8.    L. Mahsal      L    40    Radianto    L
9.    M. Eko Zulhimam     L    41    Hirman Fajri    L
10.    Mastun    P    42    Ziadati    P
11.    Adriansyah    L    43    L. Muh. Junaedi    L
12.    Jami'ah    P    44    Harianto    L
13.    Nureva Maulida     P    45    M. Tantowi Jauhari    L
14.    Irhamni hayati    P    46    Nasrullah    L
15.    Azmi     L    47    Azkarudin    L
16.    Safarwadi     L    48    Rizkiah    P
17.    Emilia Fatriani    P    49    Hikmah    P
18.    Fitri Rahmawati    P    50    Eka Muliani    P
19.    Miftahul Jannah    P    51    Hasmiati    P
20.    Bq. Dewi Suliani    P    52    Haodiah    P
21.    Herlita Indriani    P    53    Yuni Parida    P
22.    Sri Wahyuni    P    54    Atharudin    L
23.    Karmilawati     P    55    Arbiatun    P
24.    Muh. Budiono    L    56    Ratnah    P
25.    Bq. Sri Wahyuningsih    P    57    Rahmani    P
26.    Rosida    P    58    Badarudin    L
27.    Haliliah    P        -   
28.    Baehaki    L        -   
29.    Hasanudin    L        -   
30.    Fathillah     P        -   
31.    Isrol Hayadi    L        -   
32.    Darwati    P        -   

Untuk mengetahui yang mana dari ke 58 orang mahasiswa di atas yang  mengikuti organisasi intra kampus dan yang tidak mengikuti organisasi intra kampus maka penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Wawancara yaitu: Hadir di lokasi penelitian dan melakukan wawancara lansung (face to face) dengan seluruh Mahasiswa yang tersebar di empat kelas yaitu kelas A sampai kelas D, dengan cara masuk ke ruangan kelas masing-masing sebelum dosen masuk kelas untuk menanyakan apakah ia termasuk mahasiswa yang ikut organisasi intra kampus atau tidak. Berdasarkan hasil wanwancara tersebut kemudian penulis memasukkan nama mereka kesalah satu kolom tabel yang dipersiapkan sebelumnya, satu kolom untuk mahasiswa yang mengaku ikut organisasi intra kampus dan satu kolom lagi bagi  mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus. Disamping itu, wawancara juga peneliti lakukan dengan cara mengunjungi langsung posko-posko atau secretariat masing-masing sekaligus melakukan wawancara lansung (face to face) kepada ketua atau pengurus masing-masing untuk mengecek data nama-nama mahasiswa yang masuk tesebut baik di BEM, UKM maupun HMJ.
b.    Melalui dokumentasi yaitu: Mengetahui nilai atau IPK hasil semester yang terdapat dalam KHS masing-masing mahasiswa baik yang masuk organisasi intra kampus atau tidak.
Berdasarkan tahapan-tahapan tersebut di atas maka peneliti dapat mengetahui yang mana dari ke 58 orang mahasiswa di atas yang mengikuti organisasi intra kampus dan yang tidak mengikuti organisasi intra kampus secara meyakinkan sekaligus organisai mana tempat mereka berorganisasi, selain itu prestasi yang diperolehnya melalui semester  sesuai dengan yang ada di dalam KHS masing-masing mahasiswa.
Adapun nama-nama mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus dan organisasi tempat mereka berorganisasi sekaligus nilai atau IPK hasil semester yang diperoleh pada semester V, secara rinci dapat dilihat pada table di bawah ini:




Tabel II
Nama Mahasiswa dan Nilai IPK Semester V  yang Mengikuti organisasi intra kampus serta organisasinya pada Tahun Akademik 2009/2010.
N0    Nama    Nilai IPK    Organisasi
1.    Syarifudin     3,82    LDMI
2.    Zahratul Khaerani    3,20    KOPMA
3.    Ida Fitriani     3,15    KOPMA
4.    Hamzan Zakur    3,18    HMJ IPS E
5.    Zaenuri    3,18    KOPMA
6.    Parniati    3,05    HMJ IPS E
7.    Muslihan     2,87    PRAMUKA
8.    L. Mahsal      3,70    KSR
9.    M. Eko Zulhimam     3,25    HMJ IPS E.
10.    Mastun    3,00    KOPMA
11.    Adriansyah    2,31    BKSM
12.    Jami'ah    3,16    RO'YUNA
13.    Nureva Maulida     3,27    BKSM
14.    Irhamni hayati    3,47    HMJ IPS E.
15.    Azmi     3,52    KSR
16.    Safarwadi     3,64    LDMI
17.    Emilia Fatriani    3,64    LDMI
18.    Fitri Rahmawati    3,54    KSR
19.    Miftahul Jannah    3,16    KSR
20.    Bq. Dewi Suliani    3,16    RO'YUNA
21.    Herlita Indriani    3,12    KSR
22.    Sri Wahyuni    3,38    RO'YUNA
23    Karmilawati     3,32    KSR
24.    Muh. Budiono    3,20    LDMI
25.    Bq. Sri Wahyuningsih    3,42    KOPMA
26.    Rosida    3,05    KOPMA
27.    Haliliah    3,75    PRAMUKA
28.    Baehaki    3,40    KOPMA
29.    Hasanudin    3,50    HMJ IPS E
30.    Fathillah     3,35    PRAMUKA
Jumlah    98,76   

Sedangkan nama-nama mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus dan nilai IPK semester V yang diperoleh adalah sebagaimana terlihat dalam table di bawah ini :
Table III
Nama Mahasiswa dan Nilai IPK Semester V  yang tidak mengikuti organisasi intra kampus Tahun akademik 2009/2010. 
N0    Nama    Nilai IPK
1    Darwati     3,04
2    Sukarmi     2,69
3    Samratul Aini     2,91
4    Hadijah     2,88
5    Dedy Hasrin    3,05
6    Usniah     2,56
7    Sopian Hadi    2,98
8    Zaetun     2,93
9    Radianto    2,42
10    Hirman fajri    3,08
11    Ziadati     2,47
12    L. Muh. Junaedi    2,83
13    Harianto    3,07
14    M. Tantowi Jauhari    2,82
15    Nasrullah     2,86
16    Azkarudin     2,91
17    Rizkiah    3,17
18    Hikmah    3,13
19    Eka Muliani    3,14
20    Hasmiati     3,11
21    Haodiah     3,27
22    Yuni Parida     3,05
23    Atharudin    3,18
24    Arbiatun     2,52
25    Ratnah    3,15
26    Rahmani    2,98
27    Badarudin     2,97
28    Isro Hadi    2,26
Jumlah     81,43



C.    Analisis Data
Sebagaimana penulis sebutkan pada bab sebelumnya bahwa dalam analisa data mengenai pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi di IAIN Mataram Tahun Akademik 2009/2010, dimana analisanya menggunakan rumus uji t (t-tes). Pada bab sebelumnya juga penulis telah sebutkan bahwa rumus t-tes yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independent ada dua. Terdapat beberapa pertimbangan dalam memilih rumus t-tes yaitu:
1.    Apakah dua rata-rata itu berasal dari dua sampel yang jumlahnya sama atau tidak?
2.    Apakah varians dari dua sampel itu homogen atau tidak?. Untuk menjawab itu perlu pengujian homogenitas varians.
Berdasarkan dua hal tersebut di atas, maka berikut ini diberikan petunjuk untuk memilih rumus t-tes.
a.    Bila jumlah anggota sampel  dan varians homogen  , maka dapat digunakan rumus t-tes, baik untuk separated maupun polled varians. Untuk mengetahui t-tabel digunakan dk yang besarnya dk = 
b.    Bila jumlah sampel   dan varians homogen  , maka dapat digunakan rumus t-tes, dengan polled varians. Untuk mengetahui t-tabel digunakan dk yang besarnya dk = 
c.    Bila jumlah sampel   dan varians tidak homogen  , maka dapat digunakan rumus t-tes, dengan separated maupun polled varians. Untuk mengetahui t-tabel digunakan dk yang besarnya dk =   atau dk =  . Jadi derajat kebebasan (dk) bukan 
d.    Bila jumlah sampel   dan varians tidak homogen  , untuk ini digunakan rumus sparated varians harga t sebagai pengganti harga t-tabel di hitung dari selisih harga t-tabel dengan dk =  dan dk=  , dibagi dua dan kemudian ditambah dengan harga t yang terkecil.
Untuk menentukan rumus t tes, akan dipilih untuk pengujian hipotesis, maka perlu diuji dulu varians ke dua sampel homogen atau tidak. Pengujian homogenitas varians digunakan uji F dengan rumus.


Tabel: IV
Nilai Hasil Ujian Semester / IPK Kelompok Mahasiswa
yang Mengikuti organisasi intra kampus dan Kelompok mahasiswa yang tidak Mengikuti organisasi intra kampus

No.    Mahasiswa
yang Mengikuti Organisasi Intra Kampus    Mahasiswa
yang tidak Mengikuti Organisasi Intra Kampus
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.    3,82
3,20
3,15
3,18
3,18
3,05
2,87
3,70
3,25
3,00
2,31
3,16
3,27
3,47
3,52
3,64
3,64
3,54
3,16
3,16
3,12
3,38
3,32
3,20
3,42
3,05
3,75
3,40
3,50
3,35
    3,04
2,69
2,91
2,88
3,05
2,56
2,98
2,93
2,42
3,08
2,47
2,83
3,07
2,82
2,86
2,91
3,17
3,13
3,14
3,11
3,27
3,05
3,18
2,52
3,15
2,98
2,97
2,26
-
-
Jumlah sampel           30,00              
   28,00                   

Rata-rata      =       3,29                     
   =    2,90                               

Simpangan baku            0,28             
      0,24            

Varians           0,08        
      0,06              


Dalam hal ini berlaku ketentuan, bila harga F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel ( ), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Ho diterima berarti varians homogen.
Dalam tabel di atas dapat dilihat bahwa varians (kuadrat dari simpangan baku) terbesar  = 0,08 dan terkecil = 0,06. Jadi F = 0,08 : 0,06 = 1,33. Harga F hitung tersebut perlu dibandingkan dengan F tabel, dengan dk pembilang = (30-1) dan dk penyebut = (28-1). Berdasarkan dk pembilang = 29 dan penyebut = 27 dengan taraf kesalahan 5% maka harga F tabel = 2,54. (harga antara pembilang 24 dan 30).
Ternyata harga F hitung lebih kecil dari  F tabel (1,33 < 2,54) dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Ho diterima berarti varians homogen. Setelah diketahui varians homogen  , dan jumlah sampel kelompok satu tidak sama dengan jumlah kelompok dua  , maka sesuai dengan pedoman yang telah dikemukakan digunakan rumus ″Polled Varians″.
Adapun langkah analisis data yang dilakukan berikutnya yaitu sebagai berikut:
1.    Mencari nilai mean sample 1
2.    Mencari nilai mean sample 2
3.    Mencari varians sample 1
4.    Mencari varians sample 2
5.    Mencari nilai t-tes
Adapun langkah-langkah tersebut secara rinci penulis paparkan sebagai berikut:
a.    Mencari nilai mean sampel 1
  = 
     =
    = 3,29
b.    Mencari nilai mean sampel 2
  = 
      = 
     = 2,90
c.    Mencari varians sample 1
Tabel: V
Menghitung Varians dan Simpangan Baku
Kelompok Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi Intra Kampus
No.Mahasiswa yang mengikuti Organisasi Intra Kampus    Nilai    Simpangan

Simpangan Kuadrat


1    3,82    0,53    0,2809
2.    3,20    -0,09    0,0081
3.    3,15    -0,14    0,0196
4.    3,18    -0,11    0,0121
5.    3,18    -0,11    0,0121
6.    3,05    -0,24    0,0576
7.    2,87    -0,42    0,1764
8.    3,70    0,41    0,1681
9.    3,25    -0,04    0,0016
10.    3,00    -0,29    0,0841
11.    2,31    -0,98    0,9604
12.    3,16    -0,13    0,0169
13.    3,27    -0,02    0,0004
14.    3,47    0,18    0,0324
15.    3,52    0,23    0,0529
16.    3,64    0,35    0,1225
17.    3,64    0,35    0,1225
18.    3,54    0,25    0,0625
19.    3,16    -0,13    0,0169
20.    3,16    -0,13    0,0169
21.    3,12    -0,17    0,0289
22.    3,38    0,09    0,0081
23.    3,32    0,03    0,0009
24.    3,20    -0,09    0,0081
25.    3,42    0,13    0,0169
26.    3,05    -0,24    0,0576
27.    3,75    0,46    0,2116
28.    3,40    0,11    0,0121
29.    3,50    0,21    0,0441
30.    3,35    0,06    0,0036
Jumlah    98,76    0    2,51

Dari tabel di atas kemudian dimasukan ke dalam rumus:







d.    Mencari varians sample 2
Tabel: VI
Menghitung Varians dan Simpangan Baku
Kelompok Mahasiswa yang Tidak Mengikuti Organisasi Intra Kampus
No.Mahasiswa yang tidak mengikuti Organisasi Intra Kampus    Nilai    Simpangan

Simpangan kuadrat


1.    3,04    0,14    0,0196
2.    2,69    -0,21    0,0441
3.    2,91    0,01    0,0001
4.    2,88    -0,02    0,0004
5.    3,05    0,15    0,0225
6.    2,56    -0,34    0,1156
7.    2,98    0,08    0,0064
8.    2,93    0,03    0,0009
9.    2,42    -0,48    0,2304
10.    3,08    0,18    0,0324
11.    2,47    -0,43    0,1849
12.    2,83    -0,07    0,0049
13.    3,07    0.17    0,0289
14.    2,82    -0,08    0,0064
15.    2,86    -0,04    0,0016
16.    2,91    0,01    0,0001
17.    3,17    0,27    0,0729
18    3,13    0,23    0,0529
19.    3,14    0,24    0,0576
20.    3,11    0,21    0,0441
21.    3,27    0,37    0,1369
22.    3,05    0,15    0,0225
23.    3,18    0,28    0,0784
24.    2,52    -0,38    0,1444
25.    3,15    0,25    0,0625
26.    2,98    0,08    0,0064
27.    2,97    0,07    0,0049
28.    2,26    -0,64    0,4096
Jumlah    81,43    0,23    1,7923

Dari tabel di atas kemudian dimasukan ke dalam rumus:

 
      

             
     s   = 0,24

e.    Mencari nilai t-tes dengan rumus yang telah ditetapkan

 = 
            = 
           = 
  = 
  = 
  = 
  = 
  = 3,000
D.    Hasil Analisis
Dari proses perhitungan tersebut di atas menunjukan hasil harga t hitung sebesar 3,000. Untuk memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan yang telah dilakukan maka perlu dicari derajat kebebasan (dk) dengan menggunakan rumus dk =   (30 + 28 – 2 = 56). Harga t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel dengan dk = 56, dan bila taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka t tabel = 2,021.
Mengingat di dalam t table tersebut dk 56 berada diantara 40 dan 60, maka perlu menggunakan analisis perhitungannya sebagai berikut:
 
    
    
    
    = 2,0042
Dari hasil perhitungan tersebut di atas dapat di ketahui bahwa harga t hitung =   3,000 sedangkan harga t table setelah dianalisis = 2,0042 ini berarti bahwa t hitung > t tabel (3,000>2,0042)
Jadi berdasarkan perhitungan tersebut, ternyata t hitung lebih besar dari t tabel (3,000>2,0042) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti Organisasi Intra Kampus lebih besar (tinggi) dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa yang tidak mengikuti Organisasi Intra Kampus. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi Semester V di IAIN Mataram Tahun Akademik 2009/2010.










BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Gambaran Umum Lokasi Penelitian
    Sebelum peneliti memaparkan lebih jauh mengenai gambaran umum organisasi mahasiswa intra kampus, terlebih dahulu peneliti mencoba memberikan batasan penjelasan semua organisasi kemahasiswaan intra kampus yang ada di IAIN Mataram. Hal ini peneliti lakukan disebabkan jumlah organisasi mahasiswa intra kampus cukup banyak, jadi peneliti hanya mengambil salah satu dari organisasi tersebut untuk kemudian jadikan sebagai perwakilan untuk menjelaskan beberapa organisasi yang lainnya. Oleh sebab itu organisasi yang peneliti ambil yaitu organisasi Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI). 
1.    Sejarah singkat Organisasi mahasiswa intra kampus
    Organisasi mahasiswa intra kampus baik BEM, UKM dan HMJ sesungguhnya terbentuk berdasarkan keinginan atau ide-ide mahasiswa sewaktu berdiskusi, seminar maupun keluar study banding ke perguruan tinggi lain, sehingga mahasiswa yang aktif berorganisasi terinspirasi  untuk membentuk sebuah organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). 
    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam hal ini masing-masing memiliki cara pandang yang berbeda antara satu dengan lainnya meskipun ada beberapa program yang sama. Hal ini tercermin dari program kerja yang diprogramkan oleh masing-masing UKM. Sebagai contoh Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam ((LDMI) memiliki kegiatan yang berbeda dengan PRAMUKA begitu seterusnya.
Untuk lebih jelasnya, secara geografis organisasi mahasiswa intra kampus ini berada ditempat yang sangat strategis yaitu di tengah kota Mataram dengan batas-batas sebagai berikut:
a.    Sebelah utara berbatasan dengan Kantor Pajak.
b.    Sebelah selatan berbatasan dengan UNIZAR.
c.    Sebelah timur berbatasan dengan MAN 1 Mataram .
d.    Sebelah barat berbatasan dengan Gedung lama UNRAM.
2.     Keadaan sarana dan prasarana LDMI IAIN Mataram
Agar pelaksanaan program kerja menjadi terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan, maka penyediaan sarana dan prasarana pendukung sangat diperlukan, karena hal ini merupakan wadah untuk menunjang kelancaran proses sebuah kegiatan atau program, untuk itu LDMI telah menyediakan beberapa sarana dan prasarana yang dapat dilihat pada tabel beriku:
Tabel VII
DAFTAR INVENTARIS
LDMI IAIN MATARAM PERIODE 2008-2009

NO    NAMA BARANG    JUMLAH    KETERANGAN
1    Kantor    1 buah    Masih Baru
2    Computer & Printer    3 buah    2 rusak 1 baru
3    Meja kerja     2 buah    Masih kuat
4    Kipas angin    1 buah    Masih seger
5    Kursi     1 buah    Masih
6    Peralatan kasidah     Lengkap    Masih kencenk
7    Rak sepatu sandal    1 buah    Masih bagus
8    Lemari    1 buah    Masih kuat
9    Sajadah    3 lembar    Masih harum
10    Muknah    2 lembar    Masih harum
11    Nampan    2 buah    Masih bias dipakai
12    Bendera LDMI        Masih bias berkibar
13    Jam dinding    1 buah    Masih hidup
14    Galon    1 buah    Masih bias di isi
15    Kaligrafi    Dua buah    Masih terpampang
16    Karpet    5 lembar    Masih bias bagus
17    Piala    3 buah    Masih berdiri
18    Cokrol    1 buah    Sehat dipakai
19    Kabel    2 gulung    Bias dipakai
20    White board    1 buah    Masih bias ditulis
21    Bunga + pot    1 buah    Masih kelihatan
22    Korden    2 lembar    Masih baru
23    Papan informasi    1 buah    Masih bagus
24    Papan struktur    1 buah    Masih bagus
25    Bingkai photo mantan rois    7 buah    Masih bagus

3.    Keadaan Pengurus LDMI IAIN Mataram
Pengurus LDMI IAIN Mataram sebagian besar pengurusnya sudah berada disemester atas yaitu dari semester V (lima) sampai semester VIII (delapan). Dari jumlah pengurus yang ada di LDMI IAIN Mataram hanya ada beberapa orang pengurus yang sudah semester atas. Jadi pengurus LDMI IAIN Mataram secara umum tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel VIII
Daftar pengurus LDMI IAIN Mataram
No    Nama    Jurusan    Jabatan
1.    Darmawan     Pend. IPS Ekonomi    Rois Am/ Ketua Umum
2.    Saparwadi    Pend. IPS Ekonomi    Wakil
3.    Sri Mahyuni    PAI    Bendahara
4.    Salehudin    Pend. Matematika    Sekum
5.    Sahrun    PAI    Kadep. Kaderisasi
6.    Ahmad Mugni    EI    Kadep. Humas
7.    Suparmanto     PBA    Kadep. Kajian & Keilmuan
8.    Syahdan    PAI    Kadep. DANUS
9.    Mustiani    Matika    Kadep. Keputrian

4.    Keadaan Anggota LDMI IAIN Mataram
Pada kepengurusan priode tahun 2009/2010 jumlah mahasiswa yang daftar atau ikut organisasi LDMI IAIN Mataram berjumlah 40 (empat puluh orang) orang.
5.    Struktur organisasi LDMI IAIN Mataram 2009/2010
Untuk dapat membantu kelancaran dari proses kegiatan yang diprogramkan dalam organisasi, diperlukan suatu pengorganisasian yang baik dan teratur. Adapun gambaran mengenai struktur organisasi LDMI adalah sebagai berikut:
Gambar II
Struktur Organisasi LDMI














B.    Pengujian Hipotesis
Penarikan kesimpulan yang berakhir pada penerimaan atau penolakan hipotesis diawali oleh pengujian hipotesis. Jadi, hasil akhirnya adalah dua pilihan berupa diterima atau ditolaknya suatu hipotesis didampingi pernyataan lain yang berlawanan, sehingga diperoleh hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha)
Pengujian hipotesis yang dibahas disini hanyalah pengujian terhadap hipotesis yang mengandung pengertian tidak ada perbedaan (ada kesamaan/ = ), selanjutnya disebut hipotesis nol (Ho) dan hipotesis yang mengandung pengertian ada perbedaan (tidak sama/ ), selanjutnya disebut hipotesis alternatif (Ha)
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut di atas (pada bagian D/analisis data) dalam penelitian dengan menggunakan rumus t-tes dapat diperoleh harga t hitung sebesar: 3,000. Jika harga t hitung tersebut dikonsultasikan dengan harga t pada tabel harga distribusi t dengan taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (degre of freedom) 58 menunjukan angka batas penolakan dengan harga t tabel sebesar  2,021 pada taraf signifikansi 5%. Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh dalam penelitian lebih besar dibandingkan dengan nilai t dalam tabel. Berarti nilai t dalam penelitian telah berada di atas batas angka penolakan hipotesis nol. Dengan demikian bahwa nilai t yang diperoleh dalam penelitian ini telah signifikan sehingga konsekwensinya adalah hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.
Karena hipotesis yang diterima berbentuk hipotesis alternatif, maka terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus. Jadi dengan demikian dapat disimpulkan,  terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram tahun Akademik 2009/2010.
C.    Pembahasan
Dalam pembahasan ini, dijelaskan tentang Pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram tahun akademik 2009/2010, yaitu dengan menggunakan pendekatan statistik dengan rumus t-tes (Uji t) dimana jumlah sampel pertama dan kedua berbeda/tidak sama.
Mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus maupun yang tidak mengikuti organisasi intra kampus sesungguhnya telah mempelajari materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang sama di kelas mereka dengan metode pengajaran yang sama sekaligus disampaikan oleh guru yang sama. Pemberian materi yang sama, metode yang sama dan oleh guru yang sama tidak berarti hasil yang diperolehpun sama. Hal ini dapat dilihat pada tabel nilai hasil semesternya. Di dalam tabel tersebut dapat dilihat, ada siswa yang memperoleh nilai 9,8,7,6 dan 5. jika angka-angka tersebut dikonsultasikan pada indeks prestasi yang berlaku di SDN I Desa Montong Ajan adalah termasuk predikat baik sekali, baik, lebih dari cukup, cukup dan hampir cukup.
Selanjutnya untuk  memperoleh data tentang nilai hasil belajar mahasiswa, penulis mengambil data dari nilai hasil ujian semester yang terdapat dalam Kartu Hasil Study (KHS) mahasiswa dengan nilai atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Jadi setelah peneliti mengamati lebih lanjut, ternyata nilai hasil ujian semester yang termasuk predikat baik/tinggi banyak diperoleh oleh mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus.
Setelah dianalisis seperti yang tertera pada bagian D/analisis data, diperoleh harga  t hitung = 3,000 yang apabila dikonsultasikan dengan tabel harga distribusi t dengan taraf signifikansi 5% diperoleh harga t tabel = 2,021. hal ini menunjukan bahwa nilai t-tes dalam penelitian lebih besar dari nilai t-tes dalam tabel harga distribusi t dalam tabel. Hal ini berarti Prestasi belajar siswa yang mengikuti organisasi intra kampus lebih besar (>) dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus.
Jadi, dari analisis uji-t tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya perbedaan prestasi belajar mahasiswa jurusan IPS Ekonomi antara kelas eksperimen (yang mengikuti organisasi intra kampus) dengan kelas kontrol (yang tidak mengikuti organisasi intra kampus), dengan demikian  ”terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram tahun Akademik 2009/2010”.
BAB V1
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dan setelah dibuktikan dengan analisa statistik melalui perhitungan dan penganalisaan data dengan menggunakan rumus t-tes, dimana diketahui bahwa t-tes dalam penelitian lebih besar dari nilai t-tes dalam tabel harga distribusi t. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: ”terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram tahun Akademik 2009/2010”.  Hipotesa terbukti dengan nilai t hitung = 3,000 sedangkan taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan = 56 nilai t tabel = 2,021 ini berarti t hitung > t tabel (3,000> 2,021) dengan demikian t-tes signifikan.
Dengan kata lain, Prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus lebih baik/tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi intra kampus, dengan demikian ”terdapat pengaruh organisasi intra kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi semester V di IAIN Mataram tahun Akademik 2009/2010”.
B.    Saran
Diakhir tulisan ini, penulis menganggap perlu untuk memberikan beberapa saran-saran sebagai berikut:
1.    Kepada Lembaga IAIN Mataram, agar supaya kebijakan, dukungan dan partisipasi yang sudah terlaksana kiranya dapat ditingkatkan sehingga kemudian setiap kreatifitas dan kegiatan mahasiswa yang dilaksanakan berjalan dengan lancar.
2.    Kepada Bapak/Ibu Dosen agar selalu mengarahkan mahasiswa untuk kreatif dan  mendorong mahasiswa lebih aktif, baik waktu diskusi, presentasi maupun melakukan tugas dan kewajiban mahasiswa.
3.    Kepada mahasiswa yang bergelut dalam organisasi intra kampus, agar kiranya menyeimbangkan perkuliahan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di organisasi kemahasiswaan sehingga nantinya menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di akademik maupun di organisasi. 












DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rachman Shaleh. Pendidikan Agama dan Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.
Abdurrahman Saleh-Muhbib Abdul Wahab. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana, 2005.
Arman Arif. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
Asmuni sukir, dasar-dasar strategi dakwah, Surabaya: al-ikhlas,  1983
Bambang Prasatyo & Lina Miftahul Jannah. Metode Penelitian Kuantitatif, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Wali Press, 2007.
Bagong Suyanto & Suhnah. Metodologi Penelitian Sosial, Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana, 2007. Cet III
B. Suryosubroto. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Conny R Semiawan. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks, 2008.
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara, 2001.
Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke Tiga. Jakarta: Balai Pusta, 2001.
Depdikbud, Bahan Penataran P-4 Bagi Siswa, Untuk SLTA Bagian Ketiga, Jakarta, 1990.
Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan  Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
G.Frederic Kuder & Lance B. Paulson. Mencari Bakat Anak-Anak. Jakarta: Bulan Bintang, 1982.
Herman Hudojo. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang:  Universitas Negeri Malang, 2005.
Hamzah Samsuri. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern. Surabaya: Greisinda; Tampa Tahun.
Isma’il Thoib. Wacana Baru Pendidikan, Meretas Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Genta Press & Alam Tara, 2008. Cet II.
IAIN Mataram. Pedoman Umum Organisasi kemahasiswaan, Orientasi Pengenalan Akademik dan tata tertib Mahasiswa ( Mataram: IAIN Mataram, 2007)
Kartawidjaja. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Genta Press, 1987.
Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remadja Karya, 2000.
Maryati. Pengembangan Diri di Sekolah. Semarang: Ghyyas Putra, 2007.
Made Pidarta, Landasan Kependidikan, Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia Jakarta: PT Rineka Cipta
Makmur, Filsafat Administrasi Jakarta: PT. Bumi aksara, 2008.
M. Surya, kapita selekta kependidikan SD Jakarta: UT, 2005, cet. 21
Nursisto. Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah, Acuan Siswa, Pendidik dan Orang Tua. Insan Cendikia, 2002.
Pupuh Fathurrohman dan M. Sobri Sutikno. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Refika Aditama, 2007.
Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer Surabaya: Arkola, 1994.
P. Joko Subagyo. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Shaiful Bahri Djamarah. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional, 1994.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.
S. Nasution. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
Sahilun A. Nasir. Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003. cet. IV
Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.
                       Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002. Cet.12
S. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola, 1994.
Oemar Hamalik. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum.  Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008. Cet II
Yayat Djadmiko, Perilaku Organisasi. Bandung: PT. Alfabeta, 2004.
Zuhairini. Abdul Ghofir & Slamet As. Yusuf. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional, 1977.
Zakiyah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1992.