Curhat

malioboro

malioboro
Malioboro Street

Label

Senin, 17 Juni 2013

Media Pembelajaran berbasis Power Point


BAB I
PENDAHULUAN
Mengajar merupakan istilah kunci yang hampir tidak pernah luput dari pembahasan mengenai pendidikan karena keeratan hubungan antara keduanya . Metode mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik karena keberhasilan Proses Belajar-mengajar (PBM) bergantung pada cara/mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya e nak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, dan antusias menerima pelajaran yang diberikan sehi ngga diharapkan akan terjadi perubahan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
      Dalam dunia pendidikan memang selalu ada hal yang menarik untuk dipelajari dan di kembangkan. Hal ini di karenakan pendidikan memang kunci utama dalam penentuan tinggi rendahnya mutu sumber daya manusia. Lagipula, selalu ada perkembangan yang berarti dalam pendidikan, baik dari segi kurikulum, metode, sampai pada tahap pengembangan media. Ini semua dilakukan karena kesadaran-kesadaran baru yang muncul seiring dengan berjalanya waktu. Setiap fase ada persaingan ketat, dan untuk ikut dalam bursa persaingan tersebut orang harus memnuhi standar minimum yang telah ditentukan. Disinilah tugas pendidikan yang sesungguhnya, yakni untuk menyiapkan SDM yang mampu bersaing di era globalisasi.
      Pendidikan bahasa asing mempunyai posisi yang sangat penting dalam masyarakat modern. Karena dengan menguasai bahasa asing, seseorang mampu melakukan komunikasi, mengungkapkan ide atau gagasan, membaca, menulis, berfikir logis, rasional, sistematik, selalu mempunyai  alternative, setra dapat berfikir dan inovatif. Slameto menyatakan bahwa ada tiga factor dari individu siswa yang dapat mempengaruhi belajarnya yaitu factor jasmaniyah, factor psikologis, dan factor kelelahan. Factor jasmaniyah terdiri dari factor kesehatan dan cacat tubuh. Factor psokologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, motif, kematangan, dan kesiapan. Factor kelelahan meliputi kelelahan kasmani dan kelelahan rohani.[1] Untuk itu, dibutuhkan metodologi pengakaran dan pengembangan media yang jitu supaya siswa merasa mudah dan senang dalam mempelajari bahasa asing (bahasa Arab).
       
1.      Media Pembelajaran
a.    Pengertian Media
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau penyalur. Artinya “media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi”.[2]  Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”.  Dalam bahasa arab, media adalah perantara (وسائل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[3] Media pengajaran juga bisa dikatakan (الإيضاح وسائل) wasail al-idlah atau menurut istilah Abdul Halim dalam bukunya al-muwajjih al-Fanni li Mudarrisi al-lughah al-‘Arabiyah (وسائل التوضيخية) al-wasail al-Taudiyah[4]  yaitu alat pandang dengar.
Mengenai makna media secara subtansi, ada banyak sekali pendapat meskipun  pemaknaanya tersebut secara substansi mempunyai kesamaan makna. Ada bebrapa definisi media menurut beberapa ahli, antara lain :
Menurut pandangan Gagne media adalah “berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik untuk belajar”.[5]  Sedangkan Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu “segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi”.[6]  Media hendaknya dapat dilihat, dimanipulasi, didengar ataupun dibaca. Begitupula DRs. Oemar Hamalik mengungkapkan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan tekhnik yang digunakan untuk lebih mengefektifkan kembali komunikasi dan interaksi antara pendidikan dan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah.[7]
Media pembelajaran dalam arti luas yaitu setiap orang, materi, atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sedangkan dalam arti sempit, media pembelajaran adalah sarana nonoperasional (bukan manusia) yang digunakan oleh pendidik yang memegang perana dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan.[8]
Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan al wasilah (penyalur) materi pembelajaran kepada peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Pada dasarnya media pembelajaran tersebut digunakan oleh para guru untuk:
1)      Memperjelas informasi atau pesan pengajaran
2)      Memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
3)       Memberi variasi pengajaran
4)       Memperjelas struktur pengajaran
5)       Memotivasi proses belajar siswa.[9]
b.   Macam-macam media pembelajaran
Dalam memilih media dalam pembelajaran bahasa arab memang mempunyai tingkat kerumitan tersendiri, untuk itu pendidik dituntut untuk benar-benar cermat dan jeli dalam memilih media yang tepat. Ada bebrapa media yang dapat dipraktikkan dalam pembelajaran bahasa arab, di antarannya media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran meliputi benda-benda aslinya, bentuk riil sebuah patung ataupun mainan,  gambar, peta, chart, papan tulis, flas card, gambar, wall carts, tape recorder dan overhead projector.
Sedangkan menurut Surakhmad, media dapat di tinjau dari tingkatan pengalaman peserta didik dapat di bagi menjadi tiga bagian :
1)      Media berbentuk benda riil yang dipakai manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2)      Replika atau benda penganti, merupakan bentuk tiruan dari benda sebenarnya.
3)      Bahasa, baik lisan maupun tulisan.
c.    Fungsi dan manfaat media pembelajaran
Menurut Azhar arsyad, beberapa manfaat dari penggunaan media pembelajarn di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :[10]
1)      Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat  memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2)      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatrian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antar siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3)      Media pembelajaran dapat mengatasi katerbatasan indera, ruang, dan waktu.
2.      Model-model pengembangan media pembelajaran
Diperlukan berbagai cara untuk menghsilkan media pembelajaran yang baik. Salah satu upaya yang dapat agar diperoleh media pembelajaran yang baik adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat dipilih dan diikuti. Beberapa model pengembangan media pembelajaran antara lain :
a)      Model pengembangan Prata dan Lopes.[11]
Model pengembangan Prata dan Lopes terdiri dai 9 tahap yaitu (1) Analisis keberlangsungan, (3) Desain pembelajaran, (4) Desain detail komponen, (5) Produksi komponen, (6) Penyatuan komponen, (7) Pemasangan prototype dan tes, (8) Implementasi dan kesimpulan, (9) Pemeliharaan.
b)      Model pengembangan Luther.[12]
Model pengembangan Luther terdiri dari 6 tahap yaitu (1) Konsep, (2) Desain material, (3) Collecting, (4) Assembly, (5) Testing, (6) Distribution.
c)      Model pengembangan media menurut Arief. S Sadirman.[13]
Model pengembangan Arief S Sadirman terdiri dari 8 tahap, yaitu: (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Perumusan tujuan, (3) Perumusan butir-butir materi, (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) Penulisan naskah media, (6) Tes/uji coba, (7) Revisi, (8) Program final.
d)     Model pengembangan ADDIE
Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu :
1)      Analiysis (Analisis)
Tahap analisis terdiri dari beberapa kegiatan. Analisis kurikulum, yakni pengkajian dan pembahasan tentang kompetensi yang akan terkandung dalam kurikulum (bedah kurikulum).Selain itu analisis tentang learner characteristic (karakter siswa),dan analisis tentang setting (dimana media tersebut dimanfaatkan).
2)      Design (perancangan)
Tahap perancangan terdiri dari kegiatan penyusunan kerangka struktur isi program dan penyusunan garis-garis besar isi program media (GBIPM)
3)      Developmen (produksi)
Tahap produksi terdiri dari kegiatan pembuatan animasi, penyusunan teks, dan sebagainya. Dilanjutkan dengan proses pemograman dengan authoring tools,  pengemasan/formatting, pengkajian.
4)      Implementation
Tahap implementasi terdiri dari kegiatan uji coba pemanfaatan dan penyempurnaan atau revisi serta pengadaan.
5)      Evaluation (evaluasi)
6)      Tahap evaluasi yaitu kegiatan penilaian.
Dari berbagai model pengembangan media pembelajaran diatas, model yang paling umum digunakan adalah model pengembangan ADDIE kerena prosedurnya yang lengkap dan sederhana.
3.      Aspek-aspek yang diperlukan dalam mengembangkan media berbasis multimedia
Dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia perlu diperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut antaralain :
Dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia perlu diperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut antaralain :
a.       Relevan dengan tujuan kurikulum
Media pembelajaran yang baik isinya harus sesuai dengan kurikullum dan benar-benar bisa membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.[14]
b.      Memberi sesuai dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ingin dicapai.
Media pembelajaran dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Materi pelajaran yang disampaikan melalui media pembelajaran secara substansi harus memuat standar kompetensi yang memadai.[15]
c.       Dapat membangkitkan minat siswa
Jhon M. Lannon mengemukakan bahwa media pembelajaran berguna untuk menarik minat siswa terhadap yang disajikan. Hal yang sama dikemukakan oleh Hamalik, penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat siswa.[16]
d.      Menarik
Media pembelajaran yang baik adalah tekhnik sajianya yang menarik. [17] Menurut Levie dan Lentz salah satu fungsi untuk media pembelajaran adalah mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan visual yang di tampilkan atau menyampaikan teks materi pelajaran.[18]
e.       Mudah dipahami siswa
Media pembelajaran yang baik adalah isi sajianya mudah dipahami oleh siswa.[19]
f.       Menggunakan efek suara
Menurut Emha Taufiq luthfi, penggunaan gambar lebih menarik dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang lebih berguna.[20]
g.      Menggunakan animasi
Animasi merupakan deretan gambar yang berurutan dan dapat dilihat oleh mata kasar manusia dalam bentuk pergerakan. Animasi menjelaskan sebuah materi atau memberikan ilustrasi konsep dalam bentuk simulasi atau aktivitas.[21]
h.      Ada feed back
Salah satu pertimbangan dalam mengembangkan media pembelajaran adalah adanya umpan balik. Hasil belajar dapat meningkatkan apabila secara berkala kepada siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar berkelanjut.[22]

4.      Pengembangan Media Berbasis Multimedia (Microsoft Office PowerPoint)
Power Point merupakan salah satu program dalam Microsoft Affice. Power Point atau Microsoft Office PowerPoint adalah “sebuah program komputer untuk presentasi”.[23] Microsoft Office Power Point merupakan program aplikasi yang dirancang secara khusus untuk menampilkan program multimedia. Hal ini sebagaimana dikemukakan Riyana[24] sebagai berikut:
“Program Microsoft Office Power Point adalah salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relative murah karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk menyimpan data.”
Pakar Information Teknologi (IT) yang juga memberi pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian yang terdahulu, yaitu Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, access dan beberapa program lainnya.[25]  PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis Sistem Operasi Microsoft Windows dan juga Apple Manchitos yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, peserta didik, dan trainer.
PowerPoint inilah yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, peserta didik, dan trainer untuk presentasi.
PowerPoint dapat menyimpan presentasi dalam beberapa format, yakni sebagai berikut:
a)      PPT (PowerPoint Presentation), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12).
b)      PPS (PowerPoint Show), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12).
c)      POT (PowerPoint Template), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12).
d)     PPTX (PowerPoint Presentation), yang merupakan data dalam bentuk XML dan hanya tersedia dalam PowerPoint 12.[26]
Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. “Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007”. Sedangkan Abdul Wahab Rosyidi dalam bukunya menjelaskan bahwa “Microsoft Powerpoint 2007 adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu aplikasi di bawah Microsoft Office”.[27]
Pada umumnya Microsoft Office Power Point digunakan untuk presentasi dalam classical learning, karena Microsoft Office Power Point merupakan program aplikasi yang digunakan untuk kepentingan presentasi. Berdasarkan pola penyajian yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa Microsoft Office Power Point yang digunakan untuk presentasi dalam classical learning disebut personal presentation. Microsoft Office Power Point pada pola penyajian ini digunakan sebagai alat bantu bagi guru untuk menyampaikan materi dan kontrol pembelajaran terletak pada guru.
Jadi, media power point ini merupakan media yang sangat tepat digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
 
BAB II
PEMBAHASAN
Mengoptimalkan Microsoft Power Point sebagai media belajar berarti memanfaatkan secara maksimal segala fitur dan sediaan yang dimiliki oleh Microsoft PowerPoint untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Microsoft PowerPoint merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multi media. Didalam komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program Microsoft Office. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.
Aplikasi software Microsoft PowerPoint yang sering digunakan untuk presentasi dapat dioptimalkan penggunaannya dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimilikinya seperti hyperlink, insert picture, table, grafik movie ,sound beserta efek animasinya (custom animation) dalam menampilkan gambar bangun, garis, teks dan gambar secara kolaboratif. Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud, terdiri dari slide, teks, gambar dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat kita buat tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan kita. Seluruh tampilan dari program ini dapat kita atur sesuai keperluan, apakah akan berjalan sendiri sesuai timing yang kita inginkan, atau berjalan secara manual, yaitu dengan mengklik tombol mouse. Biasanya jika digunakan untuk penyampaian bahan ajar yang mementingkan terjadinya interaksi antara peserta didik dengan tenaga pendidik, maka kontrol operasinya menggunakan cara manual.
1)      Tahap-tahap Pengembangan Media Power Point
a.   Membuat Media Presentasi dengan Power Point
Presentasi adalah sebuah keterampilan yang perlu dikuasai setiap pekerja profesional saat ini. Bagi guru bahasa arab, presentasi dengan menggunakan Power point dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Dengan media presentasi yang menarik, guru dapat mengkomunikasikan dengan baik materinya. Adapun hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan untuk membuat media presentasi dengan Power Point yang efektif, sebagai berikut:
1)   Persiapan
·    Tentukan topik materi yang akan dipresentasikan misalnya, seorang guru akan mempresentasikan Mufrodat dalam bahasa arab.
·    Persempit topik materi menjadi beberapa pemikiran utama. buatlah kerangka utama materi yang akan dipresentasikan
·    Buat story board agar lebih tersusun.
2)   Tahapan dan Tips Singkat Bekerja dengan Power Point
Ø Bukalah program Power Point di komputer anda
Ø Mulailah dengan New file
Ø Pilih silde design yang diinginkan
Ø Membuat background tertentu untuk membuat slide agarmenarik, misalnya, presentasi mufrodat dengan menggunakan Power Point berbentuk game.
Ø Inputlah judul utama materi presentasi yang akan disampaikan pada slide pertama. Contoh terlampir. (Mufrodat dalam bahasa arab)
Ø Inputlah sub judul materi di slide kedua (bila dipandang perlu cantumkan kembali judul utamanya
Ø Selanjutnya, inputlah point-point pokok materi setiap sub secara berurut pada slide-slide berikutnya. (Terlampir)
Ø Membuat atau memanfaatkan gambar sederhana dengan menggunakan fasilitas shapes dan clip art yang telah tersedia pada menu insert
Ø Melalui menu insert, anda dapat pula mengimput berbagai macam ilustrasi (chart, picture, sound, movie). Untuk dapat mengimput picture, sound, movie anda harus lebih dahulu menyiapkan file-nya di dalam komputer yang anda gunakan. (Lihat lampiran)
Ø Tampilan Template / background hendaknya sederhana, kontras dengan objek (teks, gambar, dll), dan konsisten.(Lihat Lampiran)
Ø Jenis huruf (font) yang digunakan hendaknya tidak berkaki (san serif) seperti Arial, Tahoma, Cilibri, dan semacamnya. Hindari menggunakan huruf berkaki (serif) seperti Times New Roman, Century, Courier, atau jenis huruf rumit seperti Forte, Algerian, Freestyle Script, dan semacamnya . Jenis huruf hendaknya konsisten.
Ø Hindari menggunakan huruf terlalu kecil. Besar huruf yang disarankan minimal 18 pt (misalnya: 32 pt untuk judul, 28 pt untuk sub judul, 22 pt sub sub judul, dst).
Ø Bila menggunakan Bullet hendaknya tidak lebih dari 6 buah dalam satu slide.
Ø Warna yang digunakan hendaknya serasi dengan tetap memperhatikan asas kontras. Berikan penonjolan warna pada bagian yang dipentingkan. Hindarimenggunakan lebih dari tiga macam warna. (Lihat Lampiran)
Ø Gunakan Visualisai (gambar, animasi, audio, grafik, video, dll) untuk memperjelaskan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Visualisasi lebih dari sekedar kata-kata (Kalau bisa divisualisasikan kenapa harus dengan kata-kata). Namun, penggunaan visualisasi yang berlebihan akan menjadi distraktor.(Lihat Lampiran)
Ø Hindari menggunakan lebih dari 25 kata dalam satu slide
Ø Buatlah power point dengan menggunakan pop up agar lebih menarik.
3)   Teknik Presentasi
ü Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengarmu, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.
ü Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.
ü Lakukan kontak mata dengan pendengar.
ü Presentasikan topik kamu dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.
ü Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa kamu akan menuju ke pemikiran yang lain.
ü Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.
ü Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.
ü Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada: isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh)
2)      Desain tampilan pengembangan media pembelajaran berbasis Berbasis Power Point
Media pembelajaran yang baik harus memenuhi berbagai kriteria. Beberapa kriteria diantaranya adalah menarik dan benar-benar mampu membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya.
Dalam media pembelajaran berbasis multimedia, visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa merupakan bagian yang sangat penting. Penataan elemen-elamen visual harus dapat menampilkan visual yang dapat dimengerti, terang/dapat dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunanya. Dalam proses penataan ini harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain : [28]
a)      Kesederhanaan
Secara umum kesederhanaan mengacu pada banyaknya elemen yang terkadung dalam suatu visual. Elemen yang lebih sedikit memudahkan bisa menagkap dan memahami pesan yang disajikan secara visual. Pesan atau informasi yang panjang atau rumit harus dibagi-bagi kedalam beberapa bahan visual yang mudah dibaca dan mudah dipahami. Demikian pula banyaknya taks untuk menyertai bahan visual harus di batasi (misalnya antar 15 sampai 20 kata).
b)      Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat diantara elemen-elamen visual yang ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan sehingga visual itu merupakan bentuk yang utuh, menyatu yang dapat membantu pemahaman pesan dan informasi yang dikandungnya.
c)      Penekanan
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, seringkali konsep yang ingin disjikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsure yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan, perspektif, warna atau ruang penekanan dapat diberikan kepada unsure terpenting.
d)     Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangn menskipun tidak seluruhnya sumetris.
Unsure-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan antaralain : [29]
1.      Bentuk
Bentuk yang aneh dan asing bagi siswa dapat membangkitkan minat dan perhatian. Oleh karna itu, pemilihan bentuk sebagai unsure visual dalam penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
2.      Garis
Garis digunakan untuk menghubungkan unsure-unsur sehingga dapat menuntun perhatian sisiwa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
3.      Warna
Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan dan penekanan, atau untuk membangun keterpaduan. Disamping itu, warna dapat mempertinggi tingkat realistic (nyata) obyek atau situasi yang digambarkan, menunjukkan persamaan dan perbedaan dan menciptakan respon emotional tertentu. Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika menggunakan warna yaitu :
a.       Banyaknya warna yang dipergunakan untuk penyajian visual masimum 5corak
b.      Warna yang terang dan kuat digunakan untuk menarik perhatian.
c.       Warna-warna panas seperti merah, oranye dan kuning digunakan untuk mengenali aksi, seperti kebutuhan untuk memberikan respon.
d.      Warma kalem (cool colors) seperti hijau, biru, dam violet digunakan untuk menunjukkan keadaan tetap (status quo) atau latar belakang informasi.
e.       Perubahan warna (sebagaimana penambahan intesitas warna) digunakan untuk menunjukkan perubahan progresif dalm nnilai atau tahapan-tahapan sekuen.
Table dibawah ini memparkan tentang pilihan warna kombinasi yang baik dan yang buruk untuk visual dalam kaitanya dengan latar belakang. [30]
Tabel 1
Pilihan warna  Kombinasi
No
Best Color
Background
Wort colour
Lines, texs, design areas
Lines, texs, design areas
1
Yellow, white black
Red
Magenta, cyan, blue, green
2
Red, blue, black
Orange
Yellow, white
3
Red, blue, red
Yellow
White, chan
4
Black, blue, red
Green
Cyan, magenta, yellow
5
White, yellow, chan
blue
green,black
6
Blue, black, red
Cyan
Green, yellow,  white
7
White, yellow
Black
Blue, red, magenta
8
Blue, black, red
White
Yellow, cyan
(sumber: Tommy Suprapto, 2004)
                  Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya tampilan ikon-ikon. Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. Pemakai tidak harus mempelajari bahasa pemrograman.
Presentasi memiliki beberapa tujuan. Tujuan presentasi akan sangat menentukan bagaimana kita akan melakukan dan mendesain presentasi. Tujuan presentasi tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Menginformasikan: Presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepadaorang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secaradetail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
2)      Meyakinkan: Presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusunsecara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik tertentu. Kondradiksidan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis akan mengurangikeyakinan orang atas presentasi yang diberikan.
3)      Menginspirasi: Presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi orang.
4)      Menghibur: Presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada orang melalui informasi yang diberikan.[31]
            Jadi, media power point ini merupakan media yang sangat tepat digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 
3)      Hal-hal yang perlu di optimalkan dalam pengembangan media Power Point
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi dengan menggunakan Microsoft Power Point diantaranya:
a)   Jangan terlalu banyak tulisan yang ditampilkan
b)   Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.
c)   Seimbangkan antara gambar dan animasi dengan bahan ajar yang ingin disampaikan.
d)   Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.
Dalam memanfaat Microsoft Power Point sebagai media belajar ada beberapa tips singkat yang dapat menjadi acuan sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan memberi kesan elegan dan professional bagi pendidik :
a.   Pergunakan desain yang konsisten. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan slide master, sehingga layout, font, bulleting, dan animasi pergantian slide menjadi konsisten hingga akhir presentasi.
b.   Batasi jumlah baris dalam setiap slide. Jumlah baris dalam slide yang terlalu banyak menyebabkan silde tersebut menjadi terlalu penuh, sehingga teks menjadi kecil-kecil. Akibat yang lebih parah, siswa tidak akan dapat mencerna informasi dalam slide tersebut. Sampaikan poin-poin pokok dalam setiap slide, kemudian gurulah yang harus mengembangkan ketika melakukan presentasi.
c.   Pergunakan warna teks dan latar belakang yang kontras sehingga dapat dibaca dengan baik oleh siswa.
d.   Hindari penggunaan animasi dan sound effect yang berlebihan. Animasi dengan diiringi sound effect yang berlebihan justru menyebabkan siswa menjadi tidak dapat berkonsentrasi dengan pelajaran, tapi justru menjadi lebih tertarik dan terpaku dengan animasi yang dihadirkan atau sounds yang diperdengarkan.
e.   Pertimbangkan untuk membuat tombol-tombol yang langsung menghantarkan pada slide tertentu, sehingga bisa melompat maju ataupun mundur tanpa harus melewati silde demi slide (manfaatkan hyperlink).
f.    Satu gambar memberikan puluhan kali lipat informasi, oleh karena itu sedapat mungkin disajikan secara grafis, misalnya tabel, skema, dll.
g.   Jika terlalu sering teks saja yang ditampilkan, berikan gambar-gambar ilustrasi yang sesuai untuk membumbui presentasi.
4)      Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Powerpoint
Microsoft Power point di dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa kelebihan diantaranya :
1)   Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi,baikanimasi teks maupun animasi gambar atau foto.
2)   Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentangbahan ajaryang tersaji.
3)   Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
4)   Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yangsedangdisajikan.
5)   Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secaraberulang-ulang 
6)   Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD / Disket/Flashdisk), sehingga paraktis untuk di bawa ke mana-mana.
Di samping itu, Microsoft Power point memiliki beberapa Kekurangan  diantaranya :
1)   Harus ada persiapan yang cukup menyita waktu dan tenaga.
2)   Jika yang digunakan untuk presentasi di kelas adalah PC, maka parapendidik harusdirepotkan oleh pengangkutan dan penyimpanan PCtersebut.
3)   Jika layar monitor yang digunakan terlalu kecil (14”-15”), makakemungkinan besar siswa yang duduk jauh dari monitor kesulitanmelihat sajian bahan ajar yang ditayangkan di PCtersebut.
4)   Para pendidik harus memiliki cukup kemampuan untukmengoperasikan program ini, agar jalannya presentasi tidak banyakhambatan.
 

BAB III  
PENUTUP

         Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan, bahwa implikasi dari penggunaan media pembelajaran dalam pelajaran bahasa arab diharapkan bisa mengurangi kebosanan peserta didik, sebaliknya peserta didik akan lebih bergairah dan tertarik dengan pelajaran bahasa arab karena pelajaran lebih kreatif, atraktif dan tidak monoton
Media yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa arab adalah media bebasis multimedia, yang penulis konsen pada penggunaan perangkat komputer pada sofwer Microsoft Office PowerPoint, dan microdedia Flash. Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, karena tidak ada media yang terbaik yang bisa diterapkan kapan saja, dimana saja, untuk itu peran guru sangat penting didalam menganalisis kebutuhan media yang paling cocok, sesuai dengan karakteristik siswa dan situasi yang ada.
Minat dan motivasi pemelajar/mahasiswa akan tumbuh jika materi ajar didesai dengan baik dan tenaga pengajarnya profesional. Tenaga pe-ngajar tidak boleh mengajar sebelum ada pembelakalan yang diinginkan oleh komitmen lembaga. Sebab keterampilan mahasiswa dalam berba-hasa dan berpengetahuan bahasa berhubungan dengan keterampilan tenaga penga-jarnya
Demikian makalah ini saya sampaikan, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, yang punya perhatian terhadap kemajuan pendidikan sangat saya harapkan, karena sebagai manusia saya tentu jauh dari sifat sempurna.

 
DAFTAR PUSTAKA
-          Slameto, Belajar dan factor-faktor  yang mempengruhinya, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2003)
-          Miarso, dkk, Teknologi Komunikasi Pendidikan: Pengertian dan Penerapannya di Indonesi, (Jakarta: CV. Rajawali, 1984)
-           Azhar Arsyad, Media pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007)
-           Abdul Halim Ibrahim, al-muwajjih al-Fanni li Mudarrisi al-lughah al-‘Arabiyah, (Kairo: Dar al-Ma’arif, 1968)
-          Asnawir dan Basyiruddin Umar, Media Pembelajaran, cet. I; (Jakarta; Ciputat Perss, 2002)
-          Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung:PT. Citra Aditya Bakti, 1994)
-          Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN-Malang Press,2009)
-          Arief Sadirman, Media Pendidikan : pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, (Jakarata: PT. Raja Grafindo Persada, 2003)
-          Santosa, Interaksi manusia dan Komputer:teori dan praktek, (Yogyakarta: Andi Offsset, 1997)
-          Arif Sadiman, Media pendidikan;pengembangan dan Pmanfaatanya,(Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2003)
-          Riyana, Ilyasih. Pemanfaatan OHP dan Presentasi dalam Pembelajaran. (Jakarta: Cipta Agung2008)
-          Daryanto, Belajar Komputer Visual Basic. (Bandung: CV Yrama Widya,2006
-          Lihat BlognyaTasik, Pengertian Power Point, (online), http://tasik-blog.blogspot.com/2009/01/pengertian-power-point.html), diakses pada tanggal 10 Mei 2013

 


                [1] Slameto, Belajar dan factor-faktor  yang mempengruhinya, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2003), hlm. 56.
                [2] Miarso, dkk, Teknologi Komunikasi Pendidikan: Pengertian dan Penerapannya di Indonesi, (Jakarta: CV. Rajawali, 1984), h.46
                [3] Azhar Arsyad, Media pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 3.
                [4] Abdul Halim Ibrahim, al-muwajjih al-Fanni li Mudarrisi al-lughah al-‘Arabiyah, (Kairo: Dar al-Ma’arif, 1968), hlm. 423
                [5] Asnawir dan Basyiruddin Umar, Media Pembelajaran, cet. I; (Jakarta; Ciputat Perss, 2002), hlm.11.
                [6] Asnawir dan Basyiruddin Umar, Media Pembelajaran, ,,,,,,, hlm.13
                [7] Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung:PT. Citra Aditya Bakti, 1994) hlm, 87.
                [8] Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN-Malang Press,2009), hlm. 25-26
                [9] Abdul Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab,,,,,,27-28
[10] Azhar Arsyad, Media pembelajaran…..,hlm. 26.
[11] Sri Wahyuningsih, Pengembangan Media Pembelajaran: perbandingan yang berbasis edutaiment, skripsi, jurusan pendidikan matematika FMIPA UNY, 2006, hlm. 15
[12] Sri Wahyuningsih, Pengembangan Media Pembelajaran,,,,,,,.hlm.17-18
[13] Arief Sadirman, Media Pendidikan : pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, (Jakarata: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm.45
                [14] Purwanto, pengembangan Multimedia Pembelajaran, makalah seminar, ,,,hlm.2.
                [15] Ibid,,,, hlm. 3.
                [16] Azhar Arsyad,  Media Pembelajaran,,,,,,,.hlm.15.
                [17] Arif Sadiman, Media pendidikan;pengembangan dan Pmanfaatanya,(Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2003), Hlm. 81.
                [18] Azhar Arsyad,  Media Pembelajaran,,,,,,,.hlm.15.
                [19] Arif Sadiman, Media pendidikan;pengembangan dan Pmanfaatanya,,,,,hlm.81
[20]  Sri Wahyuningsih, Pengembangan Media Pembelajaran,,,,,,,.hlm.27.
[21] Ibid,,,,,hlm. 27.
[22] Ibid,,,,,hlm. 71.
[23] Lihat BlognyaTasik, Pengertian Power Point, (online), http://tasik-blog.blogspot.com/2009/01/pengertian-power-point.html), diakses pada tanggal 10 Mei 2013
[24] Riyana, Ilyasih. Pemanfaatan OHP dan Presentasi dalam Pembelajaran. (Jakarta: Cipta Agung2008), hlm.29.
                [25] Lihat Anggis’s site, Pengertian dan Sejarah Power Point, (http://anggiii.multiply.com/journal/item/11/Pengertian-dan-sejarah-Microsoft-PowerPoint?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem), diakses pada tanggal  10 Mei 2013
[26] Daryanto, Belajar Komputer Visual Basic. (Bandung: CV Yrama Widya,2006), hlm. 47
                [27] Abdul Wahab Rosyidi, Media pembelajaran Bahasa Arab, cet.I, (Malang: UIN-Malang Press, 2009), hlm.106
                [28] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran,,,,.hlm.107
                [29] Ibid,,… hlm. 111.
                [30] Sri Wahyuningsih, Pengembangan Media Pembelajaran,,,,,,,.hlm.22.
                [31] Lihat Finder Only, Pengertian Power Point, (online), (http//finder.blogpot.com), diakses pada tanggal 10 Mei 2013