Curhat

malioboro

malioboro
Malioboro Street

Fish

Label

Senin, 17 Juni 2013

PENGERTIAN, FUNGSI DAN KEDUDUKAN BAHAN AJAR



PENDAHULUAN

Dalam kegiatan belajar mengajar, sebenarnya berada pada kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi guru walaupun dikatakan pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakkan belajar.
Guru dalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran.
Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaran. Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok. Tugas guru adalah menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap.
Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai. Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut, diharapkan diperoleh alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan bervariasi dan pada akhirnya hasil belajar maupun aktivitas peserta didik diharapkan juga meningkat.
 Dengan demikian, kami akan sedikit memaparkan tentang bahan ajar, yakni pengertian bahan ajar, fungsi dan kedudukan atau peranan bahan ajar dalam pembelajaran.


PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bahan Ajar
Dalam sosialisasi KTSP oleh Depdiknas, dikemukakan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.[1]
Selain itu, Depdiknas juga menambahkan bahwa bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.[2]
Pertama: Pengertian Sumber Belajar
Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.
Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.
Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat  dikategorikan sebagai berikut:
a)      Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b)      Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
c)      Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d)     Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e)      Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f)       Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru  dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.[3]
Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.[4]
Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang  dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar.[5]
Kedua: Pengertian Bahan Ajar
Sedangkan menurut Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, bahan ajar adalah seperangkat sarana yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.[6]
National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training memperkuat bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar memiliki posisi amat penting dalam pembelajaran, yakni sebagai representasi (wakil) dari penjelasan guru di depan kelas. Keterangan-keterangan guru, uraian-uraian yang harus disampaikan guru, dan informasi yang harus disajikan guru dihimpun di dalam bahan ajar. Dengan demikian, guru  juga  akan dapat mengurangi  kegiatannya menjelaskan pelajaran, memiliki banyak waktu untuk membimbing siswa dalam belajar atau membelajarkan siswa.
Bahan Ajar menurut Panne adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembalajaran.[7] Muhaimin dalam modul Wawasan Pengembangan Bahan Ajar  mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.[8]
Sedangkan menurut Abdul Majid, Bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang tidak tertulis. Bahan ajar atau materi kurikulum (curriculum material) adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami oleh siswa dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.[9]
Bahan Ajar atau materi pembelajaran (instructional Material) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), ketrampilan dan sikap atau nilai yang haurs dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Bahan atau materi kurikulum dapat bersumber dari berbagai disiplin ilmu yang berumpun ilmu-ilmu sosial (social sciense) maupun ilmu-ilmu alam (natural sciense). Selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah bagaimana cakupan dan keluasaan serta kedalaman materi atau isi dalam setiap bidang studi.
Kemudian dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar  menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik serta digunakan dalam proses pembelajaran dengan  tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
B.     Fungsi bahan Ajar
Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah hal yang sangat penting dan merupakan tuntunan bagi setiap pendidik. Bahan ajar mempunyai kontribusi yang besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita laksanakan.
Kembali kepada persoalan utama, tentang pentingnya pembuatan bahan ajar, maka ada dua klasifikasi utama fungsi bahan ajar sebagaimana di uraikan sebagai berikut:[10] 
a.       Fungsi bahan ajar menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar
Berdasarkan pihak-pihak yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik.
1)      Fungsi bahan ajar bagi pesrta didik, antara lain:
a)      Menghemat waktu pendidik dalam mengajar
b)      Mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator
c)      Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif
d)     Sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik
e)      Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran
2)      Fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain:
a)      Peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik yang lain
b)      Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja
c)      Peserta didik dapt belajar sesuai kecepatannya masing-masing
d)     Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
e)      Membantupotensi peserta didik untuk menjadi pelajar /mahasiswa yang mandiri
f)       Sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasainya
b.      Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang digunakan
Berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan fungsi bahan ajara dapat dibedakan menjadi tiga macam antara lain:
1)      Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
a)      Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini peserata didik bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan pendidik dalam mengajar)
b)      Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan
2)      Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual
a)      Sebagai media utama dalam proses pembelajaran
b)      Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi
c)      Sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya
3)      Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
a)      Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi, informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri
b)      Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, apabila dirancang sedemikian rupa maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
C.    Tujuan Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan. Melalui bahan ajar guru atau  dosen akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan mahasiswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan.  Bahan ajar disusun  dengan tujuan menyediakan bahan ajar yang sesuai kebutuhan pembelajar, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan  setting  atau lingkungan sosial siswa/ mahasiswa, membantu  pembelajar  dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh, memudahkan guru atau dosen dalam melaksanakan pembelajaran.
Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru atau dosen mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni antara lain;  pertama, diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa atau mahasiswa,  kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru atau dosen dalam menulis bahan ajar, kelima, bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru/dosen dengan siswa/mahasiswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada guru atau dosennya.
Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi, maka  pembelajar  akan mendapatkan manfaat yaitu, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. pembelajar  akan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru atau dosen.
Menurut Abdul Majid, Bahan Ajar disusun dengan tujuan, sebagai berikut:
1)      Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
2)      Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar
3)      Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran
4)      Agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik.[11]
D.    Peranan Bahan Ajar dalam Pembelajaran
Bahan ajar sangat penting artinya bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar akan sulit bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Demikian juga halnya dengan siswa, tanpa bahan ajar akan sulit untuk menyesuaikan diri dalam belajar, apalagi jika gurunya mengajarkan materi dengan cepat dan kurang jelas. Oleh sebab itu, bahan ajar dianggap sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan, baik oleh guru maupun siswa, sebagai suatu upaya untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Tabel  2.3 diterangkan peranan bahan ajar bagi guru dan siswa.
Tabel 2.3 Peranan Bahan Ajar[12]
No
Peranan Guru
Peranan Bagi Siswa
1
Menghemat waktu guru dalam mengajar
Siswa dapat belajar tanpa harus ada guru atau teman siswa yang lain
2
Mengubah peranan guru dari seorang pengajar menjadi seoarang fasilitator
Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja yang ia hendaki
3
Meningkatkan proses pembelajaran menjadi efektif dan interaktif
Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan sendiri
4
-
Siswa dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
5
-
Membantu potensi siswa untuk menjadi pelajar mandiri

 
Sedangkan Peranan bahan ajar menurut Iskandar Wassid dan Dadang Sunendar, meliputi:
1)      Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inisiatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
2)      Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
3)      Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
4)      Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik.
5)      Menjadi penunjang bagi latihan-latihan dan tugas-tugas praktis.
6)      Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remidial yang serasi dan tepat guna.[13]


 
KESIMPULAN
1.      Bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar  menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik serta digunakan dalam proses pembelajaran dengan  tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
2.      Fungsi bahan ajar:
a.       Sebagai pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
b.      Sebagai pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari atau dikuasainya.
c.       Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran .
3.      Peranan/kedudukan  bahan ajar, meliputi:
a.       Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inisiatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
b.      Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
c.       Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
d.      Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik.
e.       Menjadi penunjang bagi latihan-latihan dan tugas-tugas praktis.
f.       Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remidial yang serasi dan tepat guna
DAFTAR PUSTAKA

Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (menciptakan metode pembelajaaran yang menarik dan menyenangkan). Yogyakarta: Diva Press.
Depdiknas, Panduan Pemgembangan Bahan Ajar, 2008, tersedia  di http://smpn1pasarkemis.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 Maret 2013),
Depdiknas, Pengembangan Bahan Ajar, 2009, tersedia di http://www.scribd.com/doc diakses pada tanggal 24 Maret 2013.
Sadiman, Arief. 2004. Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran.
Widodo, Chomsin S. dan Jasmadi. 2008. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi, Jakarta: Gramedia
Belawati, Tian. 2003. Materi Pokok Pengembangan Bahan Aja Edisi ke satu Jakarta: Universitas terbuka
Muhaimin, 2009. Modul Wawasan Pengembangan Bahan Ajar bab V Malang: LKP2-I
Majid, Abdul. 2007 perencanaan Pembelajaran Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Diknas.  2004. Pedoman Umum Pemilihan dan Pemanfaatan Bahan Ajar  Jakarta: Ditjen Dikdasmenum
Wassid, Iskandar dan Dadang Sunendar. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa Bandung: PT. Remaja Rosdakarya



[1] Depdiknas, Pengembangan Bahan Ajar, 2009, tersedia di http://www.scribd.com/doc diakses pada tanggal 24 Maret 2013.
[2] Depdiknas, Panduan Pemgembangan Bahan Ajar, 2008, tersedia  di http://smpn1pasarkemis.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 Maret 2013), hlm. 3
[3] Depdiknas, Panduan Pemgembangan Bahan Ajar, 2008, tersedia  di http://smpn1pasarkemis.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 Maret 2013), hlm. 4-5
[4] Depdiknas, Panduan Pemgembangan Bahan Ajar, 2008, tersedia  di http://smpn1pasarkemis.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 Maret 2013), hlm. 5
[5]Arief Sadiman S, Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004 , hlm. 3
[6] Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi
(Jakarta: Gramedia, 2008), hlm. 40.
[7] Tian Belawati, Materi Pokok Pengembangan Bahan Aja Edisi ke satu (jakarta: Universitas terbuka, 2003), hlm. 1-3
[8] Muhaimin, modul Wawasan Pengembangan Bahan Ajar bab V (Malang: LKP2-I, 25 Mei 2009)
[9] Abdul majid, perencanaan Pembelajaran (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 174.
[10] Diknas, Pedoman Umum Pemilihan dan Pemanfaatan Bahan Ajar (Jakarta: Ditjen Dikdasmenum, 2004)
[11] Abdul majid, perencanaan..., Op Cit, hlm. 174.
[12] Tian Belawati, Materi Pokok Pengembangan Bahan Aja Edisi ke satu (jakarta: Universitas terbuka, 2003), hlm. 17
[13] Iskandar Wassid dan Dadang Sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 172-173